berita-otomotif

Apa Kelebihan dan Kekurangan Aki Kering Dan Aki Basah

Sabtu, 3 Mei 2025 | 15:53 WIB
Foto : ilustrasi Apa Kelebihan dan Kekurangan Aki Kering Dan Aki Basah

LOCUSONLINE - Dalam dunia otomotif, dikenal ada dua jenis aki, yaitu aki kering dan aki basah. Lalu bagaimana memilih antara aki kering dan aki basah?, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kendaraan, dan anggaran pengguna.

https://www.youtube.com/watch?v=8p0YmDENa1Q

Jika menginginkan aki yang murah dan kuat untuk penggunaan harian yang intensif, aki basah bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda mengutamakan kemudahan, keamanan, dan kepraktisan, terutama untuk kendaraan modern, maka aki kering lebih cocok digunakan.
Baca juga :

Wisata Salegar Sudah Diadukan Ke Bupati dan Satpol PP, Beranikah Menindak Seperti Pada PKL?

Tips Perawatan Mobil Honda Brio Anda Agar Tetap Nyaman Dikendarai

Lalu aki merupakan komponen vital yang berperan sebagai sumber listrik utama bagi kendaraan. Aki tidak hanya berfungsi untuk menyalakan mesin, tetapi juga mendukung sistem kelistrikan lain seperti lampu, klakson, dan sistem audio.

Meski namanya mengarah pada bentuk fisik, perbedaan aki kering dan aki basah lebih kepada cara kerja dan karakteristik elektrolit yang digunakan. Berikut kelebihan dan kekurangan keduanya.

  1. Aki Basah


Kelebihan Aki Basah

  • Harga Lebih Terjangkau: Aki basah umumnya lebih murah dibandingkan aki kering. Ini menjadi pilihan populer untuk kendaraan lama atau bagi pengguna yang ingin menekan biaya perawatan.

  • Daya Starter Lebih Besar: Aki basah memiliki arus awal yang besar, cocok untuk kendaraan dengan mesin yang membutuhkan tenaga awal tinggi.

  • Mudah Ditemukan dan Umum Digunakan: Karena lebih lama beredar di pasaran, aki basah lebih mudah ditemukan dan lebih banyak digunakan terutama pada kendaraan konvensional.


Kekurangan Aki Basah

  • Perawatan Rutin Diperlukan: Aki basah membutuhkan pengisian ulang cairan elektrolit secara berkala. Pengendara harus mengecek level air aki untuk mencegah kerusakan.

  • Rawan Tumpah dan Korosi: Karena menggunakan cairan asam sulfat, aki basah rentan bocor atau tumpah, yang bisa menyebabkan korosi pada komponen kendaraan.

  • Kurang Tahan Guncangan: Struktur aki basah lebih sensitif terhadap getaran, sehingga lebih cepat rusak jika digunakan di medan yang berat atau jalan bergelombang.



  1. Aki Kering


Baca juga :

Runtuhnya Pilar Keadilan, Suara Kritis dari Para Ahli Hukum

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Rajapolah Tasikmalaya Bertambah, Seorang Guru Terkena, Korban Alami Mual, Muntah, dan Diare

Kelebihan Aki Kering

  • Perawatan Minim: Aki kering dikenal sebagai aki bebas perawatan (maintenance-free), karena tidak memerlukan penambahan cairan elektrolit.

  • Lebih Bersih dan Aman: Tanpa cairan yang bisa tumpah, aki kering lebih aman dari risiko korosi dan tidak merusak komponen sekitar.

  • Lebih Tahan Lama di Kondisi Tertentu: Dalam pemakaian normal dan iklim stabil, aki kering cenderung memiliki umur pakai yang lebih stabil.

  • Cocok untuk Kendaraan Modern: Banyak kendaraan modern dirancang untuk menggunakan aki kering karena efisiensinya dan stabilitas arus yang lebih baik.


Kekurangan Aki Kering

  • Harga Lebih Mahal: Aki kering memiliki harga lebih tinggi dibandingkan aki basah, membuatnya kurang diminati bagi pengguna dengan anggaran terbatas.

  • Sulit Didaur Ulang dan Diperbaiki: Jika mengalami kerusakan, aki kering lebih sulit diperbaiki atau diisi ulang, sehingga biasanya harus diganti sepenuhnya.

  • Kurang Cocok untuk Kendaraan Jarang Dipakai: Aki kering cenderung mengalami self-discharge (kehilangan daya sendiri) lebih cepat jika kendaraan jarang digunakan, apalagi tanpa pengisian ulang.


Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis aki akan membantu pengguna kendaraan menentukan pilihan yang paling sesuai, serta memastikan sistem kelistrikan kendaraan tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. (AA/Red.01***)

Tags

Terkini