berita-otomotif

Dari Boncengan ke Boncengan: Kisah Pilu Pencinta CB yang Tak Kunjung 'Move On' dari Motor

Sabtu, 29 November 2025 | 14:09 WIB



Sebuah komitmen seumur hidup, diikat bukan oleh ikatan janji, melainkan oleh suara mesin dan nostalgia yang tak tergantikan.










[locusonline.co] Bagi para pencintanya, motor CB bukan sekadar kendaraan; ia adalah sebuah legenda yang berjiwa. Dari generasi ke generasi, dari satu boncengan ke boncengan berikutnya, kisah cinta ini terus berlanjut, menciptakan ikatan yang tak terputus oleh waktu. Artikel ini menelusuri daya pikat abadi motor CB, dari model klasik yang memicu nostalgia hingga varian modern yang meneruskan warisan, dilengkapi dengan informasi harga terbaru untuk Anda yang tergoda untuk "kembali boncengan".





Kenangan di Jok Belakang: Mengapa CB Selalu Dirindukan





Bagi banyak orang, motor CB adalah mesin waktu yang membawa mereka kembali ke era yang lebih sederhana. Ikatan emosional ini terbentuk oleh beberapa hal:






  • Simbol Status dan Gaya Klasik: Di masanya, memiliki CB adalah pertanda "orang punya". Surya Hidayat, seorang kolektor motor klasik, menegaskan bahwa di era itu, "yang bisa beli adalah orang punya. Karena dia modelnya cukup tinggi. Kalau orang biasa paling belinya C70" . Desainnya yang minimalis, simpel, dan elegan—dengan kabel tersembunyi dan speedometer tunggal—tetap dianggap stylish hingga hari ini .




  • Komunitas yang Solid: Kepemilikan CB membuka pintu ke dalam persaudaraan yang erat. Seorang CB mania berbagi pengalaman tentang solidaritas ini: "Akhirnya kami melanjutkan perjalanan bersama dan berpisah di kota Pemalang… Di situlah saya mendapat saudara yang sangat solid" . Komunitas ini menjadi ruang berbagi suka dan duka, memperkuat ikatan pemilik dengan motornya.




  • Pengalaman Berkendara yang Otentik: Berbeda dengan motor modern yang serba otomatis, CB menawarkan pengalaman berkendara yang "hidup". Seperti diungkapkan seorang pencinta CB, "bawaan motor CB pas lagi seliweran di jalan, gak pernah pengen ngebut gila-gilaan" . Ada kenikmatan sendiri dalam memahami dan merawat mesin tua yang "rewel", yang justru menciptakan rasa memiliki yang mendalam.





Dari Gelatik hingga Streetfire: Pilihan untuk "Move On" atau Tetap "Move In"





Jangan khawatir, "ketidakmampuan move on" Anda bisa diarahkan pada pilihan yang konkret. Berikut adalah sekilas dua dunia CB, dari klasik hingga modern, beserta perkiraan harganya di tahun 2025.





CB Klasik (CB100 "Gelatik")





-




Motor legendaris yang terkenal berkat film "Dilan 1990" ini adalah harta karun yang terus naik nilainya. Seorang kolektor menyebutkan bahwa "Sekarang yang benar benar CB Gelatik harganya mahal… di pasaran sekarang bisa Rp 25 juta" . Harganya sangat bergantung pada keaslian, kondisi, dan kelengkapan dokumen.





Kelebihan: Nilai investasi yang kuat, desain timeless, dan jiwa "klasik" yang otentik.
Kekurangan: Membutuhkan perawatan ekstra dan pengetahuan mekanik, suku cadang yang semakin langka, dan risiko mogok lebih tinggi .





CB Modern (CB150R Streetfire & CB150X)





-




Bagi yang ingin merasakan jiwa CB dengan jantung teknologi masa kini, Honda menghadirkan pilihan modern.

Halaman:

Tags

Terkini