- Platform e⁴: Sistem penggerak semua roda cerdas dengan empat motor listrik independen yang memungkinkan kontrol torsi pada setiap roda secara real-time .
- Tenaga Raksasa: Mampu menghasilkan tenaga total hingga 2.220 kW (setara 2.977 hp) pada versi ekstremnya, jauh di atas mobil F1 saat ini .
- Baterai Khusus Sirkuit: Menggunakan Blade Battery yang dioptimalkan untuk balap dengan tingkat pengosongan daya (discharge rate) mencapai 30°C dan struktur pendingin dua lapis .
Teknologi ini membuktikan bahwa BYD memiliki kapabilitas untuk mengembangkan powertrain berperforma tinggi yang sangat sesuai dengan filosofi F1 modern yang mengutamakan elektrifikasi.
Dua Jalur Menuju F1: Tim Baru atau Akuisisi?
Hingga kini, belum jelas bagaimana BYD akan masuk ke F1. Terdapat dua opsi utama yang tengah dipertimbangkan:
- Membangun Tim Baru dari Nol: Opsi ini membutuhkan investasi sangat besar dan waktu yang lama. Setiap musim, biaya operasional tim F1 bisa mencapai US$ 500 juta (sekitar Rp 8 triliun) , belum termasuk biaya pengembangan .
- Mengakuisisi Tim yang Sudah Ada: Opsi ini dinilai lebih cepat dan efisien. Nama yang paling santer dirumorkan adalah Tim Alpine F1, yang saat ini dimiliki oleh Renault . Saat ini, pemegang saham Alpine, Otro Capital, dikabarkan sedang mencari pembeli untuk sahamnya yang akan habis masa holding-nya pada September 2026 .
?? Dampak bagi Peta Persaingan Global
Jika BYD benar-benar masuk F1, ini akan menjadi lompatan besar bagi industri otomotif China. Selama ini, pabrikan China hanya memiliki "ketertarikan sporadis" pada motorsport, seperti Geely melalui Cyan Racing di ajang touring, atau Nio yang sudah lebih dulu berlaga di Formula E .
Kehadiran BYD juga akan menambah panjang daftar pabrikan yang menggunakan power unit hybrid di F1, bergabung dengan Ferrari, Mercedes, Honda (kembali bersama Aston Martin), Audi, dan Red Bull Ford . Lebih dari itu, ini akan menjadi pernyataan tegas bahwa China tidak hanya mampu memproduksi mobil listrik massal, tetapi juga berkompetisi di puncak teknologi otomotif dunia.
FIA (Federation Internationale de l'Automobile) sendiri telah berulang kali menyambut baik potensi kehadiran pabrikan China di F1. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, bahkan pernah menyatakan bahwa setelah kehadiran Cadillac, masuknya pabrikan China adalah "langkah logis berikutnya" .
Meski masih sebatas wacana dan penjajakan, gebrakan BYD ini telah mengguncang paddock F1. Apakah kita akan segera melihat logo "Build Your Dreams" melesat di sirkuit Monako atau Silverstone? Dunia menanti langkah selanjutnya dari raksasa EV China ini. (**)