LOCUS online - Xiaomi kembali memperluas lini perangkat rumah pintarnya lewat peluncuran AC terbaru bernama Xiaomi Mijia Air Conditioner Powerful Wind Pro. Setelah sebelumnya merilis versi standar, kini perusahaan asal China tersebut menghadirkan varian yang lebih bertenaga dengan fitur pendinginan cepat, efisiensi energi tinggi, dan integrasi penuh ke ekosistem smart home Xiaomi.
Perangkat ini resmi dijual di pasar China melalui Xiaomi Mall dengan harga perkenalan 3.299 yuan atau sekitar Rp7,3 jutaan. Sementara harga retail normalnya dipatok di angka 4.899 yuan atau setara Rp10 jutaan.
Meski secara teknis masuk kategori AC dinding 1,5HP+, Xiaomi mengklaim performanya mampu menyamai AC floor standing 2HP yang biasanya memiliki ukuran jauh lebih besar. Klaim tersebut bukan tanpa alasan karena perangkat ini dibekali komponen pendingin kelas tinggi yang dirancang untuk menghasilkan hembusan udara lebih kuat dan stabil.
Di bagian dapur pacu, Xiaomi menyematkan kompresor dual-silinder 13cc yang dipadukan dengan kondensor serta evaporator dual-row berbahan tembaga murni. Kombinasi ini membuat kemampuan pendinginannya mencapai 6500W, sedangkan kapasitas pemanasnya mencapai 8800W.
Berkat teknologi tersebut, AC ini diklaim mampu menghembuskan udara dingin hanya dalam waktu 15 detik setelah dinyalakan. Untuk mode pemanas, udara hangat dapat mulai terasa dalam sekitar 30 detik.
Xiaomi juga melakukan peningkatan pada sistem pertukaran panas internalnya. Area pertukaran panas pada kondensor disebut meningkat dua kali lipat dibanding model sebelumnya. Selain membantu proses pendinginan lebih efisien, desain ini juga diklaim membuat suara operasional AC menjadi lebih senyap.
Menariknya lagi, perangkat ini dirancang agar tetap stabil digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem. Sistem kontrol refrigeran dinamis memungkinkan AC bekerja pada suhu luar ruangan mulai dari minus 20 derajat Celsius hingga 55 derajat Celsius.
Untuk distribusi udara, Xiaomi menggunakan kipas cross-flow berukuran 118mm yang mampu menghasilkan aliran udara hingga 1.000 meter kubik per jam. Xiaomi tidak hanya fokus pada kekuatan angin, tetapi juga kenyamanan pengguna.
Saat mode pendingin aktif, udara dingin diarahkan ke langit-langit agar turun secara alami dan tidak langsung mengenai tubuh pengguna. Sebaliknya, ketika mode pemanas digunakan, udara hangat diarahkan ke bawah agar suhu ruangan terasa lebih merata.
Dalam hal efisiensi daya, Xiaomi Mijia Air Conditioner Powerful Wind Pro sudah mengantongi sertifikasi Level 1 Energy Efficiency dengan nilai APF mencapai 6.30. Xiaomi menyebut konsumsi listriknya bisa lebih hemat sekitar 404 kWh per tahun dibanding AC Level 3 biasa.
Sebagai bagian dari ekosistem rumah pintar Xiaomi, perangkat ini telah berjalan menggunakan HyperOS dan dilengkapi modul AI khusus untuk pemrosesan lokal. Pengguna bisa mengatur suhu dan berbagai pengaturan lainnya melalui aplikasi pendamping, perintah suara XiaoAI, hingga dashboard mobil Xiaomi yang terhubung.
Fitur modern lainnya juga turut hadir, mulai dari self-cleaning untuk unit indoor dan outdoor, mode anti-jamur, hingga child lock demi keamanan penggunaan di rumah.
Artikel Terkait
Musim Kemarau Diprediksi Panjang, Pemkab Garut Siapkan 95 Pompa Air: Sawah Jangan Sampai Tinggal Kenangan
Sekolah Maung Resmi Mengaum di Priangan Timur: 9 SMA dan SMK Negeri Disiapkan Jadi Sekolah Elite Versi Pemprov Jabar
Cetak Sawah Baru 100 Hektare di Garut, Tanah Kosong Disulap Jadi Harapan Swasembada Pangan
Program Pajero Disdukcapil Garut: Saat Petugas Jemput Bola demi KTP ODGJ yang Selama Ini Tak Terlihat Negara
Pendaftaran Mitra Sensus Ekonomi 2026 BPS Dikeluhkan: Website Lemot, Captcha Galak, Email Aktivasi Menghilang Misterius
Harga Beras di Garut Terancam Naik: Tikus Panen Duluan, Emak-Emak Diminta Siapkan Dompet Cadangan
Generasi Muda dan Politik Ideologi: Saat Media Sosial Dijadikan Medan Tempur Pikiran di Era Digital
Krisis Politik Inggris 2026: Partai Buruh Ribut Internal, Investor Panik, Kursi PM Keir Starmer Mulai Goyang
Safari Politik Jokowi 2026 Jadi Alarm Kompetisi Baru? PDIP Sebut Genderang Perebutan Suara Mulai Ditabuh
Kasus Deepfake Mahasiswa Untan Gegerkan Publik: Teknologi AI Dipakai Bikin Foto Vulgar, DPR Desak Hukuman Tegas