Kamis, 4 Juni 2026

Perpusnas Salurkan 4.000 Buku untuk Sekolah Rakyat di Bandung Barat demi Generasi Emas 2045

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 5 Maret 2026 | 07:07 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengambil langkah strategis dalam memperkuat literasi nasional dengan menyalurkan 4.000 buku untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini bukan sekadar donasi biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi literat menuju Indonesia Emas 2045.





Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengungkapkan bahwa bantuan buku ini didistribusikan secara merata ke tiga jenjang pendidikan. Rinciannya, 1.500 buku untuk tingkat SD, 1.500 buku untuk SMP, dan 1.000 buku untuk SMA. Namun, komitmen ini tidak berhenti sampai di sini.





"Target kami setiap tahun jumlah ini meningkat minimal 10 persen agar koleksi terus diperbarui," ujar Aminudin dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).





Lebih dari Sekadar Buku: Pendampingan Teknis dan Kreatif





Perpusnas tidak hanya sekadar mengirimkan buku lalu selesai. Mereka juga menghadirkan pendampingan teknis pengelolaan perpustakaan yang melibatkan pustakawan senior dan tenaga kreatif. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan buku agar benar-benar memberikan dampak bagi siswa.





Kegiatan pendampingan meliputi:






  • Membaca bersama untuk menumbuhkan minat baca




  • Diskusi reflektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis




  • Penulisan ulang isi bacaan untuk melatih kemampuan menulis




  • Proyek kreatif berbasis buku, seperti pementasan sederhana dari cerita yang dibaca





Sekolah Rakyat: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan





Aminudin menegaskan bahwa keterlibatan Perpusnas dalam program Sekolah Rakyat bukanlah sekadar dukungan administratif biasa. Ini adalah bagian dari tanggung jawab strategis negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.





"Sekolah Rakyat bukan hanya soal perubahan status sosial, melainkan tentang menyiapkan pemimpin masa depan. Pemimpin hari ini tidak lagi dilahirkan, tetapi dipersiapkan," katanya.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X