Kamis, 4 Juni 2026

Jakarta Mau Jadi Kota Pendidikan Internasional: Bukan Cuma Tempat Macet dan Gedung Tinggi

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB
Foto Istimewa ((Dok.Kemenditisaintek))
Foto Istimewa ((Dok.Kemenditisaintek))

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mulai serius mendorong Jakarta naik kelas menjadi pusat pendidikan internasional. Setelah lama dikenal sebagai kota rapat, proyek, dan kemacetan abadi, ibu kota kini dibidik menjadi “International Education Hub” atau pusat kampus global.

Agenda besar itu dibahas dalam audiensi antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Bappeda DKI Jakarta, dan perwakilan Kearney di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Stella Christie menilai Jakarta masih menjadi lokasi paling realistis untuk pengembangan universitas berstandar internasional dibanding daerah lain. Alasannya sederhana: infrastruktur lebih siap, akses lebih mudah, dan pasar pendidikan dianggap sudah terbentuk.

Saya sudah banyak melakukan market analysis untuk universitas internasional, dan yang paling siap memang Jakarta," ujar Stella.

Pernyataan itu seolah menjadi sindiran halus bahwa kota besar lain masih sibuk mengejar jalan mulus dan transportasi layak, sementara Jakarta mulai berbicara soal persaingan pendidikan global.

Baca Juga: Pendidikan Antikorupsi 2026 Diluncurkan: Negara Sibuk Ajari Anak Jujur, Sementara Koruptor Dewasa Masih Antre Sidang

Menurut Stella, universitas internasional tidak bisa berdiri hanya bermodal gedung megah dan brosur berbahasa Inggris. Kota penyangga juga harus punya konektivitas, transportasi terintegrasi, serta ekosistem riset yang mendukung pergerakan mahasiswa dan akademisi dunia.

Sementara itu, Pramono Anung memastikan Pemprov DKI siap memberi dukungan penuh, mulai dari penyediaan fasilitas, kemudahan kerja sama, hingga opsi pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah.

"Kita siap bantu fasilitas, infrastruktur, termasuk kemungkinan kerja sama pemanfaatan aset dan lahan milik Pemprov DKI," kata Pramono.

Pemprov DKI juga mulai memetakan sejumlah kawasan strategis yang dinilai cocok menjadi pusat pendidikan internasional. Kawasan itu nantinya akan disambungkan dengan sistem transportasi yang lebih terintegrasi agar mobilitas mahasiswa dan peneliti tidak ikut tersesat dalam kemacetan ibu kota.

Tak hanya membahas kampus internasional, pertemuan ini juga menyinggung pentingnya integrasi antara pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan global.

Baca Juga: Nilai A Bertebaran, Pengangguran Sarjana Ikut Berkeliaran: Inflasi Nilai Bikin Dunia Pendidikan Terlihat Cantik di Raport, Pusing di Dunia Kerja

Stella menegaskan rumah sakit internasional yang maju selalu berdiri di atas fondasi riset yang kuat. Artinya, Jakarta tak cukup hanya membangun gedung rumah sakit mewah, tetapi juga harus memperkuat pusat penelitian medis.

"Rumah sakit internasional yang bagus selalu punya pusat riset di belakangnya. Itu yang sedang kita dorong," jelas Stella.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi bertaraf global.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X