LOCUSonline - Ketika polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional masih menjadi perbincangan publik, dua siswi asal Makassar justru memperoleh peluang yang tak kalah bergengsi. Di tengah riuh perdebatan soal transparansi seleksi, jalan menuju kampus luar negeri kini terbuka lebar bagi Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha Putri Aurelia Kamal.
Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) melalui Generasi Muda INTI (Gema INTI) memutuskan memberikan beasiswa penuh program strata satu (S1) di luar negeri kepada kedua pelajar tersebut sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik mereka.
Keputusan itu muncul setelah nama Cathlyn menjadi sorotan publik akibat polemik seleksi Paskibraka nasional yang memunculkan dugaan adanya perubahan komposisi peserta menjelang penetapan akhir. Meski demikian, pihak penyelenggara seleksi telah membantah adanya pergantian peserta dan menegaskan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.
Ketua Umum Gema INTI, Erfan Sutono Nio, mengatakan pemberian beasiswa tidak didasarkan pada kontroversi yang berkembang, melainkan karena prestasi akademik yang dimiliki kedua siswi tersebut.
Menurutnya, Cathlyn dan Meivylicha dinilai memiliki rekam jejak pendidikan yang layak mendapat dukungan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
"Terlepas dari polemik yang sedang berkembang, kami melihat kedua anak ini memiliki prestasi yang sangat baik. Nilai akademiknya juga sangat membanggakan," ujar Erfan.
Program tersebut mencakup biaya pendidikan secara penuh hingga kebutuhan hidup selama masa studi di luar negeri.
"Kami menyiapkan beasiswa S1 penuh, meliputi biaya kuliah dan biaya hidup selama mereka menjalani pendidikan nanti," katanya.
Jika sebagian siswa berjuang memperebutkan satu posisi di barisan pengibar bendera negara, dua siswi ini justru memperoleh peluang untuk mengibarkan mimpi mereka di kampus internasional.
Erfan menegaskan bahwa beasiswa tersebut juga membawa pesan moral bagi generasi muda agar tidak larut dalam kekecewaan ketika rencana yang diharapkan belum terwujud.
Menurutnya, setiap kegagalan sering kali membuka pintu kesempatan lain yang sebelumnya tidak terlihat.
"Kami ingin menyampaikan bahwa ketika ada rencana yang belum berjalan sesuai harapan, bukan berarti masa depan berhenti di situ. Selalu ada peluang lain yang bisa diraih," tuturnya.
Pesan itu menjadi relevan di tengah fenomena generasi muda yang kerap dihadapkan pada kompetisi ketat dan tekanan untuk selalu berhasil dalam setiap kesempatan.
Selain memberikan dukungan pendidikan, Gema INTI juga berencana menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026.
Artikel Terkait
Sekolah Maung Jabar Resmi Mengaum di Garut, SMAN 1 Garut Siap Cetak Siswa Unggul Bukan Sekadar Jago Upacara
Sekolah di Pelosok Bogor Akhirnya Punya Kelas Layak, Anak-anak Tak Lagi Belajar di Tengah Jalan Licin dan Janji Manis Pendidikan
DPR Soroti Nasib Guru dan Dosen: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Jangan Terus Dijadikan Paket Hemat Negara
Sertifikat TKA 2026 Jadi “Jimat Akademik” Baru, Orang Tua Mulai Menyimpannya Lebih Rapi dari Akta Kelahiran
Prabowo Minta Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, Generasi RI Bersiap dari “Bonjour” ke Diplomasi Global
BKPDM Kemendikdasmen, perubahan BSKAP, kebijakan pendidikan Indonesia 2026
Nilai TKA Matematika SMA Jeblok, Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal: Bukan Soalnya yang Sulit, Waktunya yang Terlalu Pelit?
Seleksi Paskibraka Nasional 2026 di Sulsel Diterpa Isu Diskriminasi, BPIP: Bendera Merah Putih Tidak Mengenal Jalur Khusus
Jadwal SPMB Jabar 2026: Siswa Dipetakan Dulu, Biar Sistem yang Menentukan Harapan Sebelum Pengumuman
Kasus Pelecehan di Pesantren Marak, PBNU Ingatkan Pendidikan Akhlak Jangan Kalah oleh Formalitas