Verifikasi Lapangan: Zero PAUD Drop Out
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Bunda PAUD bersama jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan verifikasi lapangan. Pendataan menyeluruh ini bertujuan memastikan seluruh anak usia PAUD terdata dan terlayani dalam lembaga pendidikan.
"Verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mendukung upaya zero PAUD drop out," imbuhnya.
Pemkot juga memastikan kualitas layanan di lembaga negeri maupun swasta (TK, KB, PPT/SPS) tetap setara. Standarisasi kualitas pelayanan minimal pendidikan dari Dinas Pendidikan menjadi acuan agar semua anak mendapatkan pengalaman belajar terbaik.
Anggaran Rp5 Miliar untuk Beasiswa 7.000 Anak
Komitmen Pemkot Surabaya tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia. Tahun 2026, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk beasiswa PAUD yang diberikan kepada 7.000 anak.
Selain itu, sebanyak 8.000 pendidik PAUD menerima dukungan jasa pelayanan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan guru.
"Pemerintah kota tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga investasi manusia. Tahun ini, beasiswa diberikan kepada 7.000 anak PAUD," kata Bunda Rini.
"Kami ingin memastikan lebih dari 100 ribu anak usia PAUD di Surabaya saat ini tetap terlayani, dan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan prasekolah," tutupnya.
Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa. Dengan penambahan 3 PAUD negeri, beasiswa untuk 7.000 anak, dan dukungan kesejahteraan untuk 8.000 pendidik, Kota Pahlawan bergerak menuju zero anak tertinggal akses pendidikan prasekolah.