ragam

Jalan Tol Kembali Renggut Korban 7 Nyawa Penumpang Bus Rosalia Indah Melayang

Kamis, 11 April 2024 | 13:23 WIB
Bus Rosalia Indah Terperosk ke Parit di Tol Semarang-Batang KM 370, Kamis, 11/ 4/ 2024

LOCUSONLINE, SEMARANG - Jalan Tol Kembali Renggut Korban. Bus Rosalia Indah yang mengangkut pemudik menuju Jawa Timur mengalami kecelakaan di KM 370 Tol Semarang-Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kamis, 11/ 4/ 2024

"Seluruh penumpang bus adalah pemudik yang berangkat dari Terminal Pondok Ungu Bekasi dengan tujuan Jawa Timur," kata Kepala Kepolisian Resor Batang, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, setelah memeriksa kondisi korban selamat di RS Islam Kendal, Kamis.

Bus Rosalia Indah berhenti di KM 227 Tol Pejagan-Palimanan sebelum kejadian kecelakaan untuk mengganti kendaraan, tetapi dengan pengemudi yang sama.

Tujuh penumpang bus Rosalia Indah meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, termasuk dua anak balita.

Dari tujuh korban meninggal, empat di antaranya telah diidentifikasi, dua dari Bekasi (Jawa Barat), satu dari Wonogiri (Jawa Tengah), dan satu dari Nganjuk (Jawa Timur).

Sementara itu, 17 penumpang lainnya yang terluka masih dirawat di Rumah Sakit Islam Kendal.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Wigiyadi, menambahkan bahwa bus Rosalia Indah terseret sekitar 150 meter setelah terperosok ke parit.

"Bus masuk ke parit, kemudian terseret sekitar 150 meter," katanya.

Akibatnya, beberapa penumpang terlempar keluar bus dan terjepit.

"Dari kejadian tersebut, ada lima korban meninggal yang terlempar keluar, dan dua lainnya terjepit," tambahnya.

Tentang kondisi pengemudi bus Rosalia Indah, Jalur Widodo, dia mengatakan bahwa saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, Bus Rosalia Indah mengalami kecelakaan di KM 370 Tol Semarang-Batang, Kamis, yang mengakibatkan tujuh penumpang meninggal dunia dan belasan lainnya terluka.

Bus tersebut sedang dalam perjalanan dari barat ke timur atau Jakarta menuju Jawa Timur ketika masuk ke dalam parit di sisi ruas tol tersebut.

Editor: Red

Tags

Terkini