ragam

Mengenal Dua Varietas Kopi dan Kisah Secangkir Kopi Arabika

Sabtu, 4 Mei 2024 | 11:06 WIB
Foto: Ilustrasi iStock


"Dengan mengetahui perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, kita dapat memilih varietas kopi yang paling cocok sesuai dengan preferensi dan selera pribadi"



LOCUSONLINE, GARUT - Mengenal dua varietas kopi yang paling terkenal dan banyak disukai di dunia. Meskipun keduanya memiliki keunikan masing-masing, ada perbedaan yang membedakan keduanya, dua varietas kopi tersebut adalah Robusta dan Arabika.

Mengenal dua varietas kopi, berikut perbedaan dari Kopi Robusta dan Arabika

1. Bentuk dan Ukuran Biji


Biji kopi Robusta cenderung bulat, sedangkan biji kopi Arabika lebih lonjong. Ukuran biji Robusta juga lebih kecil dibandingkan dengan biji Arabika.

2. Proses Penanaman


Kopi Robusta lebih mudah ditanam karena tumbuh di dataran rendah, tahan terhadap cuaca panas, hama, dan penyakit. Sementara itu, kopi Arabika hanya bisa tumbuh di suhu yang lebih rendah dan membutuhkan kandungan air yang cukup. Hal ini membuat kopi Arabika hanya bisa tumbuh di tempat-tempat tertentu di Indonesia.

3. Rasa


Kopi Robusta memiliki rasa yang lebih pahit dibandingkan dengan kopi Arabika. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula yang lebih rendah dan kafein yang lebih tinggi pada kopi Robusta. Rasa kopi Arabika lebih variatif, dengan sentuhan fruity dan cita rasa buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang beragam.

4. Pengolahan Biji


Pengolahan biji kopi Robusta lebih mudah dan sederhana, hanya perlu dikuliti dan dikeringkan dengan oven. Sementara itu, kopi Arabika membutuhkan proses pulping, fermentasi, pengeringan alami dengan sinar matahari, dan pengupasan kulit untuk menghasilkan cita rasa yang diinginkan.

5. Penggunaan dalam Minuman


Kopi Robusta cocok untuk minuman seperti Latte, Es Kopi Susu, dan minuman modifikasi lainnya, karena rasa pahitnya yang kuat. Sementara itu, kopi Arabika lebih cocok dinikmati langsung karena memiliki rasa yang variatif dan unik, dengan tambahan krim dan susu untuk menyeimbangkan keasaman dan pahitnya.

Keunikan dan Asal mula Kopi Arabika


Kopi Arabika memiliki banyak sebutan atau istilah dalam Bahasa Inggris yang digunakan; Joe, java (Jawa), mud (lumpur), brew (minuman), mocha (moka), dan your morning jolt (kejutan pagi Anda).

Kata-kata tersebut mencerminkan kekayaan bahasa yang ada untuk menyebut kopi arabika dan digunakan oleh para pecinta kopi di seluruh dunia.

Baru-baru ini, para peneliti mengungkap genom spesies Kopi Arabika dan menelusuri asal-usulnya hingga perkawinan alami antara dua spesies kopi lainnya sekitar 610 ribu hingga satu juta tahun yang lalu di hutan Ethiopia.

Penelitian ini membuktikan bahwa Kopi Arabika adalah spesies kopi tertua yang lebih tua daripada Homo sapiens. Dalam jurnal Nature Genetics, peneliti mengurutkan genom 39 varietas Kopi Arabika, termasuk spesimen dari abad ke-18, untuk menciptakan genom kualitas tertinggi dari spesies Coffea arabica.

Dalam penelitian ini, peneliti juga menemukan wilayah genome tertentu yang mungkin penting untuk pemuliaan atau rekayasa genetika guna menciptakan ketahanan terhadap penyakit.

Kopi Arabika adalah salah satu tanaman komoditas utama dunia yang memiliki peran penting dalam perekonomian pertanian di negara-negara di mana kopi tersebut tumbuh.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa populasi Kopi Arabika telah naik-turun selama ribuan tahun, dipengaruhi oleh perubahan iklim. Kopi Arabika pertama kali dibudidayakan oleh penduduk di Ethiopia dan Yaman, sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Para peneliti berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi pemuliaan kopi yang baru, sehingga dapat menghasilkan varietas baru yang tahan terhadap penyakit, perubahan iklim, dan memberikan rasa yang baru.

Kopi Arabika bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga merupakan bagian dari budaya dan tradisi di banyak negara.

Penelitian ini menjadi penting karena kopi merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Setiap hari, diperkirakan 2,25 miliar cangkir kopi dikonsumsi di seluruh dunia. Kopi Arabika, sebagai salah satu jenis kopi yang paling banyak diproduksi, memiliki peran penting dalam perdagangan komoditas.

Penelitian ini membantu memahami lebih dalam tentang asal-usul dan keragaman genetik Kopi Arabika. Penemuan ini juga dapat membantu dalam pengembangan varietas kopi yang lebih baik di masa depan.

Pewarta: Bhegin

Editor: Red

Tags

Terkini