ragam

Profil Kabag Keuangan Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut, H. Asep Sopyan

Sabtu, 20 April 2024 | 18:22 WIB
Kabag Keuangan Perumda Tirta Intan, H. Asep Sopyan saat memberikan materi pada acara seminar dan diklat Perumda Tirta Intan di Fave Hotel Garut beberapa waktu lalu. (Ft: Asep Ahmad)

LOCUSONLINE.CO, GARUT - Kepala Bagian Keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Intan Kabupaten Garut, H. Asep Sopyan memiliki harapan besar selama bekerja di BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Pemkab Garut tersebut. Seiring dengan waktu yang terus berjalan, diapun memiliki keyakinan bahwa perusahaan yang awalnya disebut PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) tersebut akan menjadi perusahaan besar.

Keyakinan sekaligus harapannya itu selaras dengan keinginan Direktur Utama (dirut) dan semua jajaran direksi, Dewan Pengawas serta tidak terkecuali dengan semua pegawai Perumda Tirta Intan. Walaupun harapannya itu memang cukup sulit untuk terealisasi, namun Asep Sopyan optimis semua niat baiknya akan menghasilkan hasil yang maksimal.

-
Direksi Perumda Tirta Intan Garut. (Ft: dok)

Lalu, langkah apa saja yang sudah dan akan dilakukan pihak PDAM Tirta Intan untuk mengejar semua cita-citanya dan mewujudkan Perumda Tirta Intan sebagai perusahaan yang besar dan profesional? Apakah sampai saat ini perusahaan penyedia air itu sudah berhasil sukses? Kalau saja keinginan PDAM itu terwujud, apa saja keuntungan yang akan diperoleh pihak perusahaan, masyarakat dan pemerintah itu sendiri?

Kabag Keuangan Perumda Tirta Intan, Asep Sopyan mengatakan, selama ini penyambungan air bersih yang dilakukan perusahaan hanya bisa diinkmati oleh masyarakat yang terlewati jalur PDAM saja, tepatnya hanya sekitar 60.000 sambungan di 22 kecamatan. “Saat ini, cakupan layanan kami hanya mencapai hanya 20 persen saja,” ujar Asep Sopyan.

Itu artinya, ujar Asep Sopyan, harapan PDAM untuk bisa memberikan pelayanan kepada semua warga di Kabupaten Garut masih sangat jauh dari kenyataan. Namun demikian, bukan berarti PDAM harus melipat kedua tangan dan menutup mata atas semua harapan yang entah kapan terwujud itu.

“Perusahaan punya grand desain besar. PDAM harus bisa dinikmati oleh semua masyarakat, khususnya warga Garut. Walau banyak hal yang belum terealisasi, namun kami tetap bergerak, agar semua harapan itu sedikit demi sedikit bisa tercapai. Kami tidak berpangku tangan dan hanya duduk dibalik meja,” jelas Asep.

-
Kabag Keuangan Perumda Tirta Intan, H. Asep Sopyan saat memberikan materi pada acara seminar dan diklat Perumda Tirta Intan di Fave Hotel Garut beberapa waktu lalu. (Ft: Asep Ahmad)

Terobosan Demi Terobosan

Asep Sopyan menegaskan, salah satu terobosan yang dilakukan Perumda Tirta Intan pada awal tahun 2024 ini adalah dengan meluncurkan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Intan Swiss Van Jawa. Ini semua, ujar Asep, adalah bentuk dari kinerja sekaligus inovasi yang digerakan oleh Perumda Tirta Intan. AMDK Tirta Intan Swiss Van Jawa adalah pproduk Air Minum, dengan harga lebih terjangkau dan kualitasnya sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia)

“Kami terus berpikir. Kalau saja kami belum sanggup memberikan pelayanan yang baik kepada semua warga Garut dengan pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga, maka ada opsi lain yaitu dengan membuat air minum kemasan. Produk ini bisa sampai ke semua titik pelosok Garut dan semua kalangan,” katanya.

-
Direktur Utama Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut, H. Aja Rowikarim. (Ft: asep ahmad)

Air Kemasan Perumda Tirta Intan Membantu Pendapatan Asli Daerah


Pada kesempatan yang sama, Asep Sopyan menjelaskan, setelah memperkenalkan air minum kemasan, kini Perumda Tirta Intan memiliki dua tujuan besar. Pertama, air minum kemasan harus dikenal dan bisa dinikmati masyarakat luas. Kedua, air minum kemasan harus menjadi tambahan untuk perusahaan dan secara otomatis membantu PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Garut.

“Kini ada dua tugas yang sedang kami kerjakan. Pertama, memperkenalkan AMDK Tirta Intan Swiss Van Java kepada semua masayarakat, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Kedua, air kemasan ini harus dan tentu akan menjadi pendapatan tambahan bagi perusahaan serta menambah PAD,” terangnya.

-

Jalani Takdir, Bekerja Bagian Dari Ibadah


Bekerja sebagai karyawan di perusahaan BUMD memang banyak ceritanya dan tentu banyak lika-likunya. Seperti halnya pejabat di lingkungan Pemerintah, apabila pekerjaannya dianggp buruk, maka akan memunculkan banyak kritikan. Namun, apabila pekerjaanya baik, maka akan dianggap biasa-biasa saja, karena semua yang dikerjakan merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan.

Anak bungsu dari 11 bersaudara pasangan suami istri Bapak Amir dan Ibu Suhana yang lahir di Garut 23 Maret 1974 silam ini telah dikaruniai dua orang anak, hasil dari pernikahannya dengan Yeni Herliani.

Sebagai pegawai tauladan, Asep Sopyan pun rela berbagi Motto hidupnya dengan media. Motto sekaligus prinsipnya itu yang membuatnya masih bertahan sampai saat ini. Dalam pandangannya, menjalani takdir dan menjalankan aktivitas apapun akan menjadi nilai ibadah.

“Sejak kecil saya yakin bahwa sebagai manusia harus melakukan aktivitas karena Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga semua yang saya kerjakan menjadi nilai ibadah. Begitupun ketika saya mengabdi di PDAM Garut, saya harus memberikan yang terbaik untuk pelanggan dan masyarakat luas. Bekerja adalah  bagian dari ibadah,” tandasnya.

Peranan Vital


Mendapat kepercayaan untuk mengelola keuangan di Perumda Tirta Intan, tentu bukanlah hal yang ringan. Mengelola keuangan sekelas perusahaan BUMD dibutuhkan kejelian, ketelitian, kehati-hatian, perhitungan dan tentu keilmuan yang mumpuni.

“Amanah ini adalah kepercayaan yang harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Insya Allah, saya akan berbakti kepada perusahaan dan tentu kepada masyarakat Garut sebagai owner tertinggi perumda Tirta Intan sebagai salah satu BUMD milik Pemkab Garut,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Asep Sopyan menitipkan pesan untuk semua karyawan di Perumda Tirta Intan, agar bisa menjalankan tugas semaksimal munkin, sesuai dengan tugas dan kewajibanannya.

“Perusahaan ini memiliki aturan dan mekanisme yang sudah diatur dengan matang. Merupakan kewajiban semua direksi, dewan pengawas serta semua karyawan untuk menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” katanya.

Butuh Dukungan Kuat Dari Pelanggan


Sebuah perusahaan mau tidak mau akhirnya akan menggantungkan harapannya kepada semua karyawan dan juga pelanggannya. Apabila karyawan bisa menjalankan tupoksinya dengan baik, maka perusahaan pun akan terus berkembang. Namun tentu, hal itu akan menjadi percuma dikala pelanggannya tidak bisa menjalankan kewajibannya dengan baik pula.

Perusahaan tentu akan maju dan sukses apabila terjadi keseimbangan antara pelayanan dengan pembayaran dari pelanggan. Untuk itu, Asep berpesan kepada semua karyawan perusahaan dan semua pelanggan PDAM Tirta Intan untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik.

“Pelanggan memiliki kewajiban yang sudah diperjanjikan, akan melaksanakan kewajibannya dengan melakukan pembayaran. Dampak pembayaran tersebut akan mengakibatkan pelayanan PDAM lebih baik,” terangnya.

Dijelaskannya, perusahaan membutuhkan dukungan dari pelanggan. Sampai saat ini perusahaan menjalani berbagai tantangan yang tidak mudah. Walau pembayaran dari pelanggan tidak semuanya lancar, namuan pihaknya menyampaikan ungkapan terma kasih kepada pelanggan yang telah melaksankan  kewajibannya secara tepat waktu.

“Kami bisa berdiri, terus berinovasi dan bisa menjalankan semua program yang sudah dibuat perusahaan karena ada campur tangan dari pelanggan yang baik. Untuk itu saya wajib berterima kasih kepada pelanggan PDAM yang bisa melakukan pembayaran tepat waktu,” katanya.

Direksi dan Dewan Pengawas Menjadi Motivasi


Sebagai karyawan di Perumda Tirta Intan, Asep Sopyan mengalami banyak pengalaman yang berharga. Asep juga banyak belajar dari setiap pimpinan yang dipercaya menjadi nahkoda PDAM Tirta Intan. Salah satu sosok yang banyak memberinya ilmu dan wawasan adalah Direktur Utama, Dr. H. Aja Rowikarim dan semua direksi, tanpa terkecuali Dewan Pengawas.

“Pak Dirut dan semua direksi serta Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan selalu memberikan motivasi untuk menjadikan perusahaan lebih baik. Saya beserta jajaran di PDAM Tirta Intan sangat bersyukur memiliki pimpinan yang mengayomi dan memiliki inovasi besar,” katanya.

-
Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut. (Ft: dok)

Sekilas Tentang Perjalanan Karir Asep Sopyan, Kabag Keuangan Peruma Tirta Intan


Untuk memperkuat Perumda Tirta Intan di masa depan, pihak perusahaan membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan berkualitas. Sehingga, pada era kepemimpinan Direktur Utama Perumda Tirta Intan, Dr. H. Aja Rowikarim terus dilakukan berbagai pendidikan dan pelatihan di berbagai jenjang.

Sementara, untuk menempatkan posisi pegawainya, pihak perusahaan menempatkan pegawai yang syarat dengan pengalaman, loyalitas dan integritas yang teruji. Begitupun dengan penempatan posisi Kabag Keuangan. Pihak perusahaan memposisikan jabatan bukan karena suka dan tidak suka, melainkan karena pengalaman dan kualitas kerja yang sudah teruji.

Berikut jenjang karir dan pengalaman Asep Sopyan

  • Agustus 1999-2010 operator di PDAM IKK Wanaraja (merangkap sebagai pembaca meter IKK Wanaraja, kemudian naik menjadi pengelola rekening di IKK Wanaraja).

  • Agutus 2010 penagih (incaso) di PDAM Cabang Garut Kota.

  • Januari 2013 Kasie Umum dan Keuangan Cabang Garut Kota

  • Januari tahun 2013 ada pemecahan Cabang PDAM

  • April 2019 Kacab PDAM Tarogong Kaler.

  • Januari 2021 Kepala Cabang Tarogong Kidul.

  • November - Desember 2021 Kepala Bagian SDM merangkap Kepala Cabang Tarogong Kidul.

  • Januari 2022 Plt Kepala Cabang Samarang, April 2022-Desember 2022 merangkap sebagai Kacab Karangpawitan.

  • Januari 2022 sampai saat ini Kepala Bagian Keuangan. (***)

Tags

Terkini