ragam

KCT Mengadakan Diskusi Publik Bersama 3 Calon Walikota Tasikmalaya "Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial"

Senin, 22 Juli 2024 | 14:18 WIB
Salah satu kandidat calon kepala daerah Diky Chandra (tengah) hadir dalam diskusi publik Komunitas Cermin Tasikmalaya,(Foto RRI Nova)

LOCUSONLINE, KOTA TASIKMALAYA - Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) mengadakan diskusi publik dengan tema "Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial" di studio KCT pada malam Minggu, 21 Juli 2024.

KCT mengadakan diskusi publik yang dihadiri oleh tiga kandidat bakal calon walikota Tasikmalaya, yaitu Arif Hidayat Putra, Agus Wahyudin, dan Diky Chandra.

Meskipun belum memiliki rekomendasi dari partai, para kandidat merasa terhormat diundang sebagai bakal calon walikota.

Pada kesempatan tersebut Diky Chandra menyatakan, dirinya bersama dengan dua kandidat calon walikota lainnya belum memiliki partai yang secara resmi mengusungnya.

"Kami bertiga belum memiliki partai dan realistisnya untuk posisi wakil walikota. Itu pun bila ada partai yang tertarik," ujar Diky Chandra.

Meskipun demikian, mereka menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas eksistensi KCT dan para pegiat budaya di Kota Tasikmalaya yang berkomitmen dalam melestarikan kebudayaan, termasuk seni, tradisi, dan perilaku positif.

"Ya harus seperti sapu lidi dan budaya yang baik seperti budaya nyantri, budaya membersihkan lingkungan, Kamis Nyunda dan lainnya tidak bisa hanya dilakukan sendiri," ungkap Diky Chandra.

Menurut Diky, budaya mencerminkan perilaku dan budi pekerti yang mengajarkan orang untuk bersikap positif. Meskipun terdapat oknum pejabat yang menciptakan budaya korupsi atau masuknya budaya asing yang merusak, seperti LGBT, geng motor, seks bebas, dan narkoba, Diky menekankan pentingnya mempertahankan budaya baik.

"Ya harus seperti sapu lidi dan budaya yang baik seperti budaya nyantri, budaya membersihkan lingkungan, Kamis Nyunda dan lainnya tidak bisa hanya dilakukan sendiri," pungkasya.

Acara ini dihadiri oleh hampir seratus audien dari berbagai latar belakang, termasuk pegiat budaya, tokoh masyarakat, pengusaha, dan pemuda. Diskusi yang dipandu oleh moderator MZ Arif juga menampilkan penampilan musisi Ivan Bule.

Diky dan dua kandidat lainnya sepakat bahwa ketahanan budaya harus diperjuangkan secara bersama demi kemajuan Kota Tasikmalaya, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Mereka menekankan pentingnya menjaga budaya baik, memiliki tokoh teladan, dan melakukan kajian sebelum menerima budaya baru.

Ashmansyah Timutiah, pimpinan KCT, menyoroti pentingnya ketahanan budaya di era globalisasi saat ini sebagai identitas yang membedakan suatu daerah. Diskusi ini menjadi sarana untuk membedah gagasan dan komitmen para kandidat terhadap ketahanan budaya dan penanggulangan kerentanan sosial di masyarakat.

"Ya harus seperti sapu lidi dan budaya yang baik seperti budaya nyantri, budaya membersihkan lingkungan, Kamis Nyunda dan lainnya tidak bisa hanya dilakukan sendiri," tutup Ashmansyah.

Editor: Red

Tags

Terkini