LOCUSONLINE, GARUT - Fasilitas umum dan tempat wisata Menara Pandang Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, yang dibangun dari APBD pada tahun 2021-2022 kini mengalami kerusakan parah. Beberapa fasilitas umum seperti tembok, tempat lesehan dari kayu, gazebo, tempat berswafoto, dan menara pandang tidak dapat digunakan.
Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa tempat ini baru beroperasi kurang lebih satu tahun setelah proyek selesai.
"Tempat ini cuman berjalan kurang lebih satu tahun, setelah proyek selesai," ucapnya.
Warga juga mengungkapkan bahwa proyek pembangunan yang baru dilakukan pada tahun 2022 menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dari pemerintah daerah.
Abah Tatang, juru kunci rumah adat Kampung Pulo yang tinggal di sana, membenarkan adanya proyek pembangunan di area tempat wisata tersebut.
"Kapungkur waktos rengse virus covid, duka tahun sabaraha 2022 akhir duka iraha hilap deui abah teh memang aya proyek nu nyarieun tempat diuk, nu ngabenteng makam, jeung tempat anu popotoan oge, tah terus aya tempat menara pandang di belahditu bari nunjukeun kanu tempatna, jeung sa acan digarawe teh sok caricing heula didieu di imah ieu," paparya.
Translet red (Dulu ketaka selesai virus covid, tidak tahu tahun berapa tepatnya cuma perkiraan sekitar tahun 2022 akhir, abah lupa lagi, memang ada proyek yang membuat tempat duduk, pembangunan benteng makam, tempat berfoto dan menara pandang di sebelah sana, sebelum bekerja mereka berkumpul dulu di rumah abah," paparnya.
Abah Tatang menyayangkan kondisi Menara Pandang yang kini rusak parah.
"Abah oge asa panglebarkeun ayeuna mah, tempat eta teh rarusak aya tembok nu rempag, tempat niis dariuk anu kadarieu aya sababaraha hiji nu runtuh, terus anu tempat popotoan jalana tina kai teh barorbo, komo nu paranti di luhur hayang ningali kaendahan cangkuang rarusak parah teu bisa kadinya da sieun ti poros, jeung
Ngalebar-lebar biaya weh hungkul pemerintah da eweh mangfaatna oge ker masyarakat nu aya didieu, can pernah pisan ngarasakeun," keluhnya.
Translet red ( Abah menyayangkan tempat tersebut rusak, temboknya rubuh, bangku tempat istirahat juga pada roboh terus jalan dari kayu tempat berfoto kayunya sudak melepuk kemudian Menara pandang pun rusak parah. Pemerintah menghambur-hamburkan uang membangun yang tidak ada mamfatnya bagi masyarakat setempat," keluh Abah.
Abah Tatang menegaskan bahwa proyek wisata yang menghabiskan miliaran rupiah tersebut kini tidak dapat dinikmati manfaatnya karena banyak yang rusak, seperti tembok, tempat berswafoto, jalan yang menggunakan kayu, gazebo, dan menara pandang.
Kerusakan yang terjadi di Menara Pandang Situ Cangkuang menimbulkan pertanyaan tentang lemahnya pengawasan dan pemeliharaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Diharapkan, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan meningkatkan pengawasan agar fasilitas wisata ini dapat kembali dinikmati masyarakat dan menjadi aset wisata yang bermanfaat bagi Kabupaten Garut.
Pewarta: Nuroni
Editor: Bhegin