ragam

Dinkes Garut Bahas Kesehatan Reproduksi dan Upaya Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Jumat, 15 November 2024 | 10:29 WIB
Dinkes Garut Bahas Kesehatan Reproduksi dan Upaya Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi yang libatkan organisasi profesi, dan LSM.

LOCUSONLINE, GARUT - Dinkes Garut Bahas Kesehatan Reproduksi: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut baru-baru ini mengadakan pertemuan untuk membahas Kesehatan Reproduksi, khususnya untuk Calon Pengantin (Catin) dan Keluarga Berencana (KB). Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk lintas program/lintas sektor, organisasi profesi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Satgas Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Pertemuan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, dan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi.

Dr. Tri Cahyo Nugroho, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Garut, menjelaskan bahwa masalah kesehatan ibu dan bayi berdampak serius, termasuk kematian ibu dan bayi, serta stunting. Ia menekankan pentingnya edukasi dan upaya pencegahan sejak dini agar remaja putri dan calon pengantin dapat merencanakan pernikahan dan kehamilannya dengan baik.

“Kita harapkan kehamilan yang sehat dan kehamilan yang diinginkan agar proses kehamilan dan persalinan menjadi sehat dan aman juga," ujar dr. Tri Cahyo Nugroho.

Dr. Tri juga menekankan pentingnya peran kelompok remaja mahasiswa, seperti Kirana, yang aktif dalam bidang kesehatan reproduksi. "Harapannya, mereka menjadi trigger bagi remaja-remaja yang lain, menjadi contoh bagi remaja-remaja yang lainnya untuk reproduksi yang sehat," lanjutnya.

Sri Prihatin, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Garut, menjelaskan upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKI, AKB, dan stunting, termasuk optimalisasi kesehatan remaja putri usia 12-18 tahun dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan edukasi bagi calon pengantin tentang kesehatan reproduksi.

"Terus kemudian di hilirnya itu adalah upaya-upaya yang bisa dilaksanakan, upaya-upaya pencegahan yang bisa dilaksanakan terkait dengan kehamilan, persalinan, nifas, agar tidak terjadi kasus kematian ibu dan kematian bayi," ungkapnya.

Sri juga menuturkan bahwa pemerintah telah memiliki program yang cukup bagus terkait penurunan AKI/AKB dan stunting, namun implementasi di lapangan dan pemahaman SKPD terkait dengan permasalahan ini masih belum optimal.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Dinkes saja,” kata Sri.

Dinkes Garut akan menyampaikan format evaluasi terkait upaya yang telah dilakukan bersama lintas sektor, dan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk upaya penurunan AKI/AKB dan stunting.

Dept Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Slamet Garut, dr. K.M Aditya Fitrandi, Sp.OG, menegaskan pentingnya edukasi bagi ibu hamil terkait tanda bahaya selama kehamilan untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan perujukan yang sering menjadi penyebab kematian.

“Sebetulnya untuk Garut sendiri di Jawa Barat khususnya itu angka kematian ibunya cukup tinggi. Di sini juga kita lihat dari gambaran demografinya di mana memang disini angka kelahiran itu tinggi, dan angka pernikahan usia muda itu tinggi yang merupakan faktor risiko terjadinya kehamilan yang berisiko seperti itu,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa hipertensi merupakan penyebab langsung utama AKI/AKB di Garut. Selain itu, kecukupan gizi selama kehamilan dan pengaturan jarak kehamilan yang ideal sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.

"Untuk mengurangi risiko, kita perlu mengontrol faktor risiko, terutama usia muda. Kita perlu mengedukasi wanita muda yang sudah menikah di usia muda,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa masalah kehamilan dan persalinan memerlukan perhatian khusus, mulai dari kecukupan gizi, dukungan moril, dukungan psikologi dari pasangan dan keluarga, hingga peran pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam fasilitas kehamilan.

“Harapannya untuk di Kabupaten Garut sendiri khususnya angka kematian ibu dan bayi akan semakin turun, dan kualitas kesehatan ibu hamil akan semakin meningkat," tandasnya.

Pewarta: Suradi

Editor: Bhegin

Tags

Terkini