ragam

Tekankan Pentingnya Pencegahan Food Loss and Waste, Bapanas Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan

Senin, 2 Desember 2024 | 11:37 WIB
sampah makanan (foto- istockphoto)

LOCUSONLINE, JAKARTA - Tekankan Pentingnya Pencegahan Food Loss and Waste: Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat tata kelola sistem pangan guna memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi.

"Dalam upaya antisipasi kerawanan pangan, Bapanas melakukan berbagai langkah strategis, baik di tingkat pusat dan daerah melalui kegiatan kewaspadaan pangan yang terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas Kelik Budiana dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Kelik menjelaskan bahwa kegiatan kewaspadaan pangan di tingkat pusat dan daerah dilaksanakan melalui tiga kegiatan prioritas:

1. Penyusunan Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG): SKPG disusun secara periodik oleh pemerintah pusat dan daerah sebagai alat early warning system dalam menetapkan dasar kebijakan pangan dan gizi.
2. Gerakan Selamatkan Pangan (GSP): GSP bertujuan untuk mencegah dan mengurangi food loss and waste bersama pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, khususnya 15 Provinsi pelaksana dekonsentrasi GSP.
3. Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS): GENIUS mendukung Generasi Emas 2045 pada 10 provinsi dan 30 kabupaten/ kota dengan penerima manfaat sebanyak 17.000 siswa di 90 sekolah dasar.

Kelik mengapresiasi 13 Provinsi dan 15 Kab/Kota yang telah menetapkan Surat Edaran untuk mendorong Gerakan Selamatkan Pangan untuk Cegah Susut dan Sisa Pangan menuju tata kelola pangan yang berkelanjutan. Apresiasi tersebut juga diberikan kepada daerah yang telah mereplikasi GENIUS melalui APBD serta memperkuat pelaksanaan GSP dan SKPG melalui APBD.

"Kami mengapresiasi kepada 13 Provinsi dan 15 Kab/Kota yang telah menetapkan Surat Edaran untuk mendorong Gerakan Selamatkan Pangan untuk Cegah Susut dan Sisa Pangan menuju tata kelola pangan yang berkelanjutan,” tutur Kelik.

Kelik juga menyampaikan bahwa seiring dengan terbitnya Perpres 83/2024 tentang Badan Gizi Nasional, Kegiatan Kerawanan Gizi melalui pemberian makan bergizi bagi siswa akan dilanjutkan oleh Badan Gizi Nasional melalui program prioritas Pemerintahan Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pejabat Pelaksana Kegiatan Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis memaparkan bahwa angka Prevalence of Undernourishment (PoU) dapat digunakan untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

“PoU Indonesia tahun 2023 sebesar 8,53 persen mengalami perbaikan dari Tahun 2022 sebesar 10,21 persen. Namun demikian, kita terus berupaya untuk mencapai angka PoU sesuai target RPJMN sebesar 5 persen," ungkap Nita.

Nita juga menguraikan komitmen Badan Pangan Nasional dalam pencegahan dan pengurangan food loss and waste dengan mendukung penguatan regulasi, mengubah perilaku, peningkatan support system, optimalisasi pendanaan, pengembangan kajian dan pemanfaatan serta pendataan food loss and waste.

"Saat ini Badan Pangan Nasional tengah mempersiapkan draft rancangan peraturan presiden tentang penyelamatan susut dan sisa pangan. Muatannya bagaimana menyiapkan tata kelola yang baik terkait SSP sebagai pedoman bagi pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat,” kata Nita.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan dengan adanya Perpres SSP, Bapanas berharap sektor pangan Indonesia dapat menjadi lebih efisien, mengurangi pemborosan pangan, serta memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional yang lebih berkelanjutan.

Pengendalian susut dan sisa pangan tidak hanya penting untuk mengurangi angka pemborosan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi ekonomi.

“Ini bentuk komitmen kami (NFA) untuk menurunkan angka susut dan sisa pangan dan komitmen Indonesia kepada dunia dalam mengurangi sisa makanan,” kata Arief.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini