ragam

 GP Ansor Desak Proses Hukum Maksimal Bagi Pelaku Pengeroyokan Kader Banser GP Ansor Tasikmalaya

Kamis, 2 Januari 2025 | 19:32 WIB
Suhendar, kader Banser Kabupaten Tasikmalaya korban pengeroyokan di Kadipaten. (Foto: NU Online Jabar-Ahmad Arip)

LOCUSONLINE, TASIK MALAYA - GP Ansor Desak Proses Hukum Maksimal: Suhendar (32), kader Banser Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya, menjadi korban pengeroyokan pada Selasa (31/12/2024) malam di Kampung Nangela, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Kronologi Pengeroyokan

Insiden bermula ketika Suhendar melintas di jalan dan melihat sekelompok pemuda berjumlah empat orang sedang mabuk. Karena perilaku mereka dinilai mengganggu dan tidak pantas dilakukan secara terang-terangan, Suhendar menegur mereka. Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh para pemuda, sehingga terjadi percekcokan. Situasi memanas hingga empat pelaku tersebut menyerang Suhendar secara brutal, bahkan menggunakan alat penyela motor untuk memukulnya. Akibatnya, Suhendar terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Dilansir dari NU Online Jabar. Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kadipaten, Cecep, telah melaporkan insiden ini ke Polsek Kadipaten, didampingi oleh Advokat dari LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Iwan.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi, mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini dengan adil dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini dengan adil dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Kekerasan seperti ini tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

Fahmi juga menuntut keras kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas peredaran miras yang mengakibatkan keresahan di masyarakat.

"Kasus ini menjadi perhatian serius bagi GP Ansor dan Banser di Kabupaten Tasikmalaya, yang mengecam keras tindakan premanisme dan kekerasan yang dilakukan terhadap kader mereka. GP Ansor berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini agar keadilan benar-benar ditegakkan," tuturnya.

Fahmi menyatakan bahwa GP Ansor akan menunggu instruksi Rais dan ketua tanfidziyah PCNU untuk bergerak bersama ke pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menuntut penegakan hukum yang adil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa keempat pelaku berasal dari luar daerah kampung tersebut. Setelah kejadian, Suhendar dilarikan ke Puskesmas Ciawi untuk mendapatkan pertolongan medis. Ia mengalami luka dalam di bagian kepala akibat serangan benda tajam. Meski sempat pulang ke rumah, kondisi Suhendar masih kritis sehingga harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Empat pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap oleh warga setempat dan langsung diserahkan ke Polsek Kadipaten.

Baca Juga : Kejari Garut Penjarakan Guru Ngaji, Koruptor Ratusan Milyar di DPRD Garut Dapat Karpet Merah

Editor: Bhegin

Tags

Terkini