ragam

Data BPS Catat Angka Kemiskinan Depok Terendah di Jawa Barat, Lombok Utara Keluar dari Daerah Tertinggal

Rabu, 15 Januari 2025 | 11:46 WIB
Foto: Ilustrasi Kemiskinan di Kota by locusonline.co

LOCUSONLINE, DEPOK - Data BPS Catat Angka Kemiskinan Depok: Kota Depok menorehkan prestasi dengan mencatatkan angka kemiskinan terendah di Jawa Barat pada tahun 2024, yaitu 2,34 persen, jauh di bawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat yang mencapai 7,46 persen.

Data tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, menurut Data Profil Kemiskinan Kota Depok volume 4, tahun 2024.

Kepala BPS Kota Depok, Agus Marzuki, menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Depok mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

"Persentase penduduk miskin Kota Depok tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 0,4 persen poin, dari 2,38 persen menjadi 2,34 persen," ujar Agus di Depok, Selasa.

Agus menambahkan bahwa angka kemiskinan di Kota Depok menunjukkan kecenderungan menurun sejak tahun 2004, meskipun sempat mengalami fluktuasi.

"Sejak tahun 2004, angka kemiskinan secara konsisten melandai dari 4,84 persen di tahun 2004 menjadi 2,07 persen di tahun 2019," jelasnya.

Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 dan 2021 menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di Depok. Namun, seiring dengan meredanya pandemi dan pulihnya aktivitas masyarakat, angka kemiskinan kembali menurun.

"Angka kemiskinan Depok mengalami penurunan menjadi 2,53 persen di tahun 2022, menurun kembali pada tahun 2023 sebesar 2,38 persen, dan tahun 2024 ini sama dengan persentase sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2016-2017 yaitu di kisaran 2,34 persen," jelasnya.

Agus menjelaskan bahwa Kota Depok sebagai kota penyangga Jakarta memiliki sektor perekonomian yang kuat, dengan sektor perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, dan real estate menjadi sektor utama.

"Hasil listing Sensus Ekonomi (SE 2016) menunjukkan bahwa Kota Depok adalah kota yang digerakkan oleh sektor perdagangan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, industri pengolahan, dan real estate," katanya.

"Seluruh sektor ini tentunya akan berdampak pada tingkat ekonomi masyarakat," tambahnya.

Lombok Utara Keluar dari Daerah Tertinggal

Sementara itu, di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga mencatatkan hasil positif dengan penurunan persentase penduduk miskin dan keluarnya wilayah tersebut dari daerah tertinggal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, persentase penduduk miskin di Lombok Utara pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 1,84 persen, dari 25,80 persen di tahun 2023 menjadi 23,96 persen.

"Angka kemiskinan pada 2022 sebesar 25,93 persen menjadi 25,80 persen pada 2023 dan pada 2024 angka kemiskinan menjadi 23,96 persen," kata Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu dalam sidang paripurna DPRD Lombok Utara, Senin.

Selain itu, indeks pembangunan manusia di Lombok Utara juga meningkat dari 68,02 pada tahun 2023 menjadi 68,64 pada tahun 2024, dengan peningkatan sebesar 0,62 persen.

"Capaian kinerja pemerintah daerah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas yang dapat dilihat dari data," ujar Djohan.

Djohan menambahkan bahwa capaian pendapatan daerah Lombok Utara tahun 2024 mencapai Rp1,218 triliun, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp1,158 triliun.

"Capaian pendapatan daerah pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 15 persen," katanya.

Djohan juga menyebutkan bahwa realisasi belanja daerah tahun 2024 mencapai Rp1,08 triliun, dengan sisa lebih pembiayaan (Silpa) sebesar Rp149,97 miliar.

"Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Lombok Utara," ujar Djohan.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan peran serta dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak untuk memberikan kontribusi guna mendapatkan hasil yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini