ragam

Pahlawan Devisa Asal Purwakarta Neni Nurhayati Koma di RSHS Bandung, Butuh Dukungan untuk Kesembuhan

Rabu, 29 Januari 2025 | 09:47 WIB

LOCUSONLINE, PURWAKARTA - Neni Nurhayati (34), mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah yang dikenal sebagai Pahlawan Devisa Asal Purwakarta, kini sedang dalam kondisi kritis. Rabu, 29 Januari 2025

Ia dirawat di ruang General Intensive Care Unit (GICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, dalam keadaan koma sejak beberapa hari terakhir.

Neni, yang merupakan warga Desa Cihuni, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, mengalami bocor jantung dan telah menjalani operasi jantung serta cuci darah.

Saat ini, ia masih membutuhkan alat bantu pernapasan melalui selang yang dipasang di leher karena infeksi di mulut. Keadaannya membutuhkan pengawasan ketat dari petugas medis.

Cahyawati (51), ibu kandung Neni, menyampaikan harapannya agar perawatan dan pengobatan Neni lebih diperhatikan mengingat kondisinya yang masih koma.

"Mohon maaf atas kekhawatiran dan semua kekurangan keluarga kami yang awam, terimakasih kepada semua yang sudah membantu, terutama para petugas medis yang ditugaskan, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala berlipat ganda, saat ini kami perlu bantuan, apa daya karena kondisi sakitnya anak saya, tentu semua Ibu ingin yang terbaik untuk anaknya, terlebih Neni sekarang sudah tidak punya suami dan hidup dengan anak perempuannya yang belum dewasa," terangnya.

Cahyawati mengungkapkan bahwa keluarga telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan tim Bupati terpilih Saepul Bahri Binzein yang menyediakan ambulans beserta sopirnya.

Bapak Kepala Desa juga memberikan bantuan berupa uang untuk meringankan beban keluarga.

Keluarga Neni masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama menunggu Neni di Bandung.

"Terus terang kami masih perlu bantuan untuk menunggu Neni dengan berbagai kebutuhan lainnya selama di Bandung. Kami sudah 15 hari sejak Neni di operasi karena jantungnya bocor. Sudah mengajukan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Purwakarta, tapi belum ada jawaban," ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, melalui Kabid Yankes Yandi Nurhadian, menyampaikan kesiapannya untuk menindaklanjuti bantuan untuk keluarga Neni.

Dedi Mulyadi, pendamping daerah Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) SAHATE bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dibawah naungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta, juga menyampaikan kesiapannya untuk berpartisipasi membantu keluarga Neni.

Pj Bupati Purwakarta, Benni Irwan, menyampaikan ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama warga.

"Dalam pelayanan kepada masyarakat, diharapkan semua petugas dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan humanis, sehingga hak dan kewajiban masing-masing berlangsung lancar sebagaimana mestinya," harap Pj Bupati.

Pewarta: Laela

Editor: Bhegin

Tags

Terkini