LOCUSONLINE, JAKARTA – Kantor Kementerian ATR/BPN Kebakaran. Setelah mengungkap kasus pagar laut dari bambu sepanjang 30,16 kilometer yang membentang di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, dan Bekasi, Jawa Barat, kini semakin kompleks. Pemasangan pagar tersebut dinilai ilegal karena tidak memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dan merugikan para nelayan setempat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid setelah melakukan serangkaian penelitian, akhirnya membatalkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di lokasi pagar laut tersebut.
Kini, gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kebakaran sekitar pukul 23.09 WIB, Sabtu, 8 Februari 2025. Pemadam Jakarta Selatan menerjunkan 80 personel untuk memadamkan api yang diduga berasal dari lantai 1 gedung tersebut.
Merujuk data resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat Jakarta Selatan gedung Kementerian ATR/BPN yang terbakar ini beralamat di Jalan Sisingamangaraja Nomor 2, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pemadam mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 23.09 WIB Sabtu malam. Kemudian Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan tiba di lokasi kebakaran pada pukul 23.17 WIB. Petugas mulai memadamkan api setelah satu menit berada di lokasi kejadian.
Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan menerjunkan 80 personel dengan 20 unit mobil pemadam untuk menanggulangi kebakaran itu. Belum diketahui penyebab kebakaran dan tidak ada laporan korban jiwa hingga tulisan ini dibuat.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial X, terpantau petugas pemadam sudah mulai berhasil menjinakan api tersebut. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid langsung ke lokasi kejadian seusai mendapat laporan kebakaran ini.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkap dugaan penyebab terjadinya kebakaran di kementeriannya pada Sabtu malam (8/2).
Ia mengatakan kebakaran terjadi di lantai 1 salah satu gedung sekitar pukul 23.10 WIB, tetapi berhasil dipadamkan padam pukul 00.15 WIB.
Menurut Nusron, kebakaran gedung ATR/BPN itu diduga berawal dari terbakarnya komputer.
"Kayanya ya itu ada petugas, pegawai, komputernya itu gak dimatikan," ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (9/2).
"Tapi sejauh ini penyebabnya masih diselidiki. Masih, pasti nanti ketahuan kok," ungkapnya lagi.
Ia tengah menghadiri acara haul di Jakarta Barat saat kejadiaan tersebut. Begitu mendapat kabar gedung ATR/BPN kebarakan, ia pun langsung meluncur ke kantornya dan tiba pukul 23.40 WIB.
"Tadi pas datang ke sini cukup gede apinya. Saya masih liat apinya tadi cukup gede," ujarnya.
Nusron memastikan tidak ada korban jiwa imbas kebakaran ini. Kondisi gedung itu dalam keadaan kosong. Namun untung berkas atau dokumen penting, ia belum tahu apa saja yang rusak atau hangus terbakar.
"Nggak ada, kosong, gak ada orang. Jadi korban dipastikan tidak ada. Nah (untuk berkas), itu belum tahu," pungkasnya. (Tim Locus)