ragam

Lebih dari 35.000 KPM di Garut Terima Bansos PKH dan Sembako

Minggu, 16 Februari 2025 | 19:45 WIB
Foto: Ilustrasi KPM Bansos

LOCUSONLINE, GARUT - Lebih dari 35.000 KPM di Garut Terima Bansos PKH dan Sembako: Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI kembali menyalurkan Bansos PKH dan Program Sembako untuk jutaan penerima di seluruh Indonesia. Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan ini, dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 35.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Bansos ini ditujukan untuk triwulan ketiga dan keempat tahun 2024. Berbagai pihak, termasuk Kantor Pos Garut, bekerja sama untuk memastikan distribusi bansos berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan efisien.

Dikutip dari Liputan 6, Executive Manager Kantorpos Garut, Poppy Herlistiani, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui tiga metode: pengambilan langsung di kantor pos, distribusi door-to-door, dan pembayaran di komunitas, seperti kecamatan atau desa.

"Kami melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Sosial, pendamping PKH, dan perangkat desa untuk memastikan jadwal dan data penerima sudah sesuai," ujar Poppy. "Pendekatan ini memudahkan akses penerima, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas."

Kendala seperti alamat yang tidak jelas atau medan yang sulit di wilayah selatan Garut menjadi tantangan utama. Namun, solusi seperti pengantaran door-to-door dan pembayaran di komunitas mampu mengatasi hambatan tersebut.

Dina, seorang juru bayar, menambahkan bahwa kerja sama dengan pendamping PKH sangat membantu dalam menjangkau penerima yang kesulitan hadir.

Pepi Sri Wulansari, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. "Setelah 6 bulan kita masuk ke nomor DTKS, selama 6 bulan kita nunggu hasilnya apakah kita masuk atau enggak. Alhamdulillah setelah kurang lebih satu tahun dapet panggilan katanya lolos menjadi KPM dari PKH," tutur Pepi.

Pepi menambahkan bahwa pelayanan dari Kantorpos sangat baik dan tertib. "Kemarin tuh totalnya Rp1.200.000 karena menerimanya double. Jadi kemarin tuh gak ada biasanya per tiga bulan sekali. Pas kemarin tuh 6 bulan, jadi 6 bulan totalnya Rp1.200.000. Karena pertahap menerima Rp600.000," jelasnya.

"Jujur, kami sebagai keluarga penerima manfaat dari Program Dana Bantuan Sosial PKH ini, jujur sangat membantu sekali, terutama waktu sekarang semuanya serba mahal. Ini dapat membantu untuk anak-anak Ibu, keperluan anak-anak Ibu untuk sekolah, untuk sehari-hari. Ya mungkin sangat membantu sekali dengan adanya program keluarga harapan ini,” aku Pepi.

Yanti Suriati, KPM yang tinggal di Kecamatan Garut Kota, juga merasakan manfaat bantuan yang diterima melalui metode door-to-door. "Iya, saya dapat 1 juta rupiah. Bantuannya digunakan untuk pendidikan anak sekolah dan sehari-hari. Anak saya SMA kelas tiga, uangnya buat pengeluaran itu di sekolah. Ibarat beli LKS, beli keperluan anak sekolah, fotokopi apa yang lainnya,” Kata Yanti.

Semua pihak yang terlibat, mulai dari koordinator pendamping hingga penerima manfaat, berharap agar program ini terus berjalan dengan lebih baik. Abdul Manap, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Garut, menekankan pentingnya penjadwalan yang terorganisir untuk menghindari kerumunan dan memastikan kelancaran proses.

Penerima manfaat berharap agar cakupan bantuan dapat ditingkatkan, mengingat banyak warga yang masih membutuhkan.

Penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Garut menjadi bentuk sinergi yang baik antara pemerintah, Kantorpos, dan masyarakat. Program bantuan sosial ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dalam membantu mereka yang membutuhkan.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini