ragam

Prabowo Undang Delapan Naga ke Istana, Mengundang Bayangan Politik Koncoisme

Senin, 10 Maret 2025 | 12:21 WIB
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, JAKARTA - Prabowo Undang Delapan Naga ke Istana: Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah konglomerat Tanah Air ke Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 6 Maret 2025. Langkah ini mengundang sorotan dan mengingatkan publik pada praktik politik koncoisme di era Orde Baru. Senin, 10 Maret 2025

Delapan pengusaha besar diundang Prabowo dalam pertemuan tersebut, yaitu Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Oesman Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo berdiskusi dengan para konglomerat mengenai perkembangan terkini di Tanah Air dan dunia global, serta program-program utama pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis, infrastruktur, industri tekstil, swasembada pangan dan energi, industrialisasi, dan Badan Pengelola Investasi Danantara.

Politik koncoisme, yang populer di era Soeharto, adalah paham yang mengutamakan kawan sebagai mitra kerja. Soeharto bermitra dengan sejumlah orang kaya raya, seperti Liem Sioe Liong dan Bob Hasan, untuk mendukung kekuasaannya. Para konglomerat diberikan hak-hak monopoli dan kontrak pengadaan barang serta jasa pemerintah, yang menghasilkan keuntungan besar.

Soeharto pernah menggalang dana dari konglomerat untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, praktik ini juga memicu kontroversi terkait monopoli dan korupsi.

Dikutip dari tempo.co, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menuding Prabowo melakukan praktik koncoisme dengan memberikan jabatan kepada para penopang politiknya, termasuk dari kalangan pebisnis di sektor industri ekstraktif.

Beberapa konglomerat yang diundang Prabowo memiliki catatan kontroversi, seperti Sugianto Kusuma (Aguan) yang diduga terlibat dalam skandal pagar laut di perairan Tangerang, Banten, Tomy Winata yang terlibat dalam proyek Rempang Eco City di Batam yang memicu kontroversi terkait penggusuran warga, dan Garibaldi Thohir (Boy Thohir) yang namanya disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi minyak mentah di Pertamina.

Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah bahwa Menteri BUMN Erick Thohir dan Boy Thohir terlibat dalam kasus korupsi minyak mentah di Pertamina.

Pertemuan Prabowo dengan para konglomerat ini memicu pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dan praktik koncoisme dalam pemerintahan. Publik menantikan langkah konkret Prabowo dalam menjalankan program-program pemerintah dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan.

Editor: Bhegin

Terkini