ragam

Viral Terus Aliansi Umat Islam Ajukan Audensi ke DPRD Tegaskan Pihak yang Diundang Jangan Diwakilkan

Kamis, 13 Maret 2025 | 20:16 WIB
AJUKAN AUDENSI: Ketua ALiansi Umat Islam, Ceng Aam (Kacamata Hitam) saat memimpin penjemputan salah seorang guru ngaji Ustad Harun yang viral di awal tahun 2025. Setelah melakukan aksi mulia, kini Ceng Aam terus dibully oleh sejumlah pihak karena aksinya yang marah kepada warga yang tidak menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, sebagai salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Atas nama Aliansi Umat Islam Ceng Aam mengajukan audensi ke DPRD Garut. (Ft; asep ahmad).

LOCUSONLINE.CO, GARUT - Viral Terus Aliansi Umat Islam Ajukan Audensi ke DPRD Tegaskan Pihak yang Diundang Jangan Diwakilkan:

Aliansi Umat Islam kini menjadi sorotan, setelah aksinya yang dianggap anarkis tatkala mensosialisasikan Maklumat Ramadhan 1446 H beberapa waktu lalu, dengan mendatangi sejumlah warung makan yang didapati banyak warga yang sedang makan, minum, ngopi dan merokok alias tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Aksi warga Garut yang mengaku menghormati bulan Suci Ramadhan namun dianggap anarkis ini semakin viral, tatkala Wakil Bupati Garut, Putri Karlina yang dianggap terus memviralkan aksi kontroversi Aliansi Umat Islam tersebut di media sosial pribadinya dan akun medsos Wakil Bupati Garut yang kini jabatan itu ia dudukinya.

Walau Aliansi Umat Islam sudah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan insiden yang terjadi, namun sepertinya Putri Karlina tidak merasa puas dengan permohonan maaf itu, dengan terkesan terus membuat video-video yang berkaitan dengan aksi Aliansi Umat Islam serta mendatangi tempat-tempat yang menjadi sasaran Aliansi Umat Islam. Setidaknya lebih dari dua video yang disampaikan akun medsos Putri Karlina.

-
Jajang Nurjaman saat memperlihatkan komentar netizen dan komentar Wakil Bupati Garut, Putri Karlina di media sosial. Komentar itu dibuat video dengan narasi serta video seorang ulama yang menyebut bahwa Puasa Ramadhan adalah perintah langsung dari Allah Subhanahu Wata'ala sebagai tuhan yang disembah umat muslim. Puasa Ramadhan sifatnya wajib dilaksanakan. (Ft: Asep Ahmad)

Bahkan baru-baru ini, Putri Karlina memuat statement yang menjadi perhatian warga. Statemen tersebut merupakan balasan dari putri kepada netizen yang bertanya tentang nama ormas. Netizen atas nama sanikurniansyah mengatakan, apa nama ormasnya, terlalu fanatik, mau tidak puasa juga dosa ditanggung sendiri yang penting tidak terbuka sekali.

“Ngaran ormas na naon sih panasaran, terlalu fanatik pisan... rek teu puasa ge dosa ditanggung sorangan yang penting teu terbuka pisan,” ujar sanikurniansyah mengomentari video yang diunggah Putri Karlina.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Putri Karlina dengan sigap memberikan jawaban. Dikatakannya, yang salah karena anarkisnya. Kalau dia jadi ormas, maka ketika melakukan sweeping, dirinya akan membawa layar Lcd 52 inch dan ditempelkan speaker besar 5000 watt, lalu bunyikan tausyiah tentang dosa puasa dan diam didi deukat yang mokel. Lalu, diamkan dan suruh untuk mendengarkan sendiri tausiyahnya. Mau masuk atau tidak yang penting sudah mengingatkan.

“Yang salah karena anarkismenya bunda. Aku mah kalau jadi ormas, sweeping teh mau bawa layar Lcd 52 inch tempelan ku speaker gede 5000 watt, setel tausiyah tentang dosa puasa, ngajedog weh dekeut nu mokel. Antep sina ngupingken sorangan eta tausiyah. Boh asup boh henteu nu penting tos ngingetan,” ujar Putri Karlina.

Pertanyaan dan tanggapan jawaban Putri Karlina pun menjadi sorotan, dan bahkan salah satu warga Garut, Jajang Nurjaman mengulas komentar Putri Karlina dengan menambahkan video salah seorang yang sedang membahas orang yang sengaja tidak berpuasa dengan sengaja di siang bolong. Ulasan melalui video Jajang Nurjaman pun kemduian disebarkan melalui Grup Whats Appa dan media sosial tiktok.

Menanggapi kecaman dari warga dan Pemkab Garut, khususnya Wakil Bupati Garut, Ceng Aam mengatakan, pihaknya sudah menyatakan permohonan maaf kepada Pemkab Garut.

“Harus diakui, disaat kami melaksanakan Maklumat Ramadhan 1446 H beberapa waktu, ada pihak dari kami yang tersulut emosi, sehingga ada perlakuan kasar kepada warga yang tidak berpuasa. Itu terjadi secara spontan dan kami sudah menyatakan permohon maaf secara langsung atas kesalahan yang kami lakukan,” ujar Ceng Aam kepada Locusonline.co, Kamis (13/03/2025).

Namun Ceng Aam merasa heran, tatkala Wakil Bupati Garut terus menerus membuat video melalui media sosial pribadi dan atas nama Wakil Bupati Garut.

“Saya sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu. Namun, entah ada motif apa, sehingga Ibu Putri Karlina terus membuat video yang mengulas kejadian tersebut. Bagaimana mau tidak viral kalau Ibu Putri terus mengulas itu dengan alasan khawatir investor enggan datang ke Garut,” katanya.

Namun demikian, Ceng Aam mengaku santai dan bersikap acuh terhadap sikap Wabup Garut Putri Karlina. Kini pihaknya mengajukan audensi ke DPRD Garut terkait aksinya yang viral dan terus menerus diviralkan.

“Pada audensi nanti, agendanya hari Jumat tanggal 14 Maret 2025 pekan ini kami meminta semua Forum Komunikasi Pemerintah Daerah serta kami juga mengundang Wakil Bupati Garut untuk hadir pada audensi ini tanpa diwakilkan, sehingga persoalan ini selesai dan puasa Ramadhan bisa berjalan dengan khidmat, tanpa dikotori oknum-oknum masyarakat dan pejabat dengan tidak berpuasa dan tidak menghargai masyarakat yang berpuasa,” katanya.

Ceng Aam menyerukan kepada semua pihak yang enggan berpuasa atau memang tidak mengakui bulan Ramadhan sebagai bulan yang suci serta tidak mengakui puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib untuk tidak makan minum diliuar rumah atau tempat umum.

“Kami harap yang tidak mau menuruti perintah Allah Subhanahu Wata’ala sebagaimana seruannya dalam Al-Qur’an bahwa Puasa Ramadhan adalah untuk orang-orang yang bertakwa, maka janganlah mengotori bulan suci ini dengan sengaja nongkrong dan berkumpul seakan merayakan sesuatu dengan makan dan minum bersama di luar rumah,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui Nomor Whats App yang mengaku sebagai ajudan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, terkait penyebaran video aksi sekaligus permohonan maaf Aliansi Umat Islam yang dianggap disebar berulang-ulang, Putri Karlina belum merespon pertanyaan wartawan. (asep ahmad)

Tags

Terkini