ragam

Pemkot Bandung dan PT Suryaprana Nutrisindo Dukung Penurunan Stunting di Babakan Ciparay

Sabtu, 15 Maret 2025 | 04:29 WIB

LOCUSONLINE, Bandung - Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program intervensi yang terstruktur dan terukur. Salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut adalah kolaborasi dengan PT Suryaprana Nutrisindo dalam pemberian nutrisi tambahan bagi anak-anak untuk penurunan stunting di Kecamatan Babakan Ciparay.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan vitamin dan suplemen herbal yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat daya ingat, mendukung pertumbuhan gigi, serta menjaga kesehatan pencernaan dan nafsu makan anak-anak. Sebanyak 9 anak baduta (dibawah dua tahun) menerima bantuan langsung pada acara yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Babakan Ciparay. Acara ini merupakan bagian dari program intervensi untuk 50 anak stunting yang terdata di wilayah tersebut.

Camat Babakan Ciparay, Suparjo, menekankan bahwa penanganan stunting merupakan isu prioritas pemerintah. Ia mengapresiasi kolaborasi dengan PT Suryaprana Nutrisindo dan menyatakan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap anak-anak penerima manfaat agar hasilnya benar-benar efektif.

“Kami bersyukur bisa berkolaborasi dengan PT Suryaprana Nutrisindo dalam upaya percepatan penanganan stunting. Setelah menerima nutrisi tambahan, tentu harus ada kontrol dan pengawasan untuk memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan manfaatnya," ujar Suparjo.

Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, menambahkan bahwa evaluasi dan monitoring program ini sangat penting untuk melihat efektivitasnya setelah satu bulan pemberian nutrisi.

“Kita perlu melihat efektivitas program ini setelah satu bulan pemberian nutrisi. Apakah hasilnya sesuai dengan harapan? Jika signifikan, kita bisa mendorong kolaborasi serupa di wilayah lain," katanya.

Selain bantuan gizi, program ini juga melibatkan tenaga kesehatan dalam validasi data dan pendampingan anak-anak stunting di Babakan Ciparay. Kepala UPTD Puskesmas Caringin, Sri, menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas kekurangan gizi.

“Stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, tetapi juga kondisi anemia, pola asuh, serta sanitasi yang perlu diperbaiki dari hulu. Intervensi ini akan terus dikawal melalui kunjungan rumah dan pemantauan pertumbuhan anak," jelas Sri.

Data menunjukkan bahwa angka stunting di Kecamatan Babakan Ciparay mengalami penurunan dari 7,72% pada tahun 2023 menjadi 7,31% pada tahun 2024. Pemkot Bandung menargetkan angka ini terus turun hingga mencapai 6,2%, sesuai target nasional.

Perwakilan PT Suryaprana Nutrisindo, Bobi Kurniawan, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Ia berharap produk nutrisi yang diberikan dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan yang krusial.

“Kami sangat berbahagia bisa berkontribusi dalam upaya percepatan penanganan stunting ini. Produk nutrisi yang kami berikan diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan yang krusial," ujar Bobi.

Ia menjelaskan bahwa efektivitas vitamin dan suplemen yang diberikan akan dievaluasi dalam satu hingga tiga bulan ke depan, dengan pemantauan ketat dari tenaga kesehatan.

Program kolaborasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bandung. Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, serta tenaga kesehatan, diharapkan intervensi ini dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Babakan Ciparay dan wilayah lainnya. (**)

Tags

Terkini