ragam

Sri Mulyani Yakinkan Publik "Deflasi di Indonesia Bukan Tanda Krisis, Ekonomi Masih Normal"

Minggu, 23 Maret 2025 | 10:44 WIB
Mentri Keuangan RI, Sri Mulyani (Foto; Istimewa)

LOCUSONLINE, JAKARTA - Sri Mulyani Yakinkan Publik: Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dalam situasi normal, meskipun muncul permasalahan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak dan daya beli masyarakat yang melemah. Minggu, 23 Maret 2025

Sri Mulyani menegaskan bahwa deflasi yang terjadi di Indonesia bukan merupakan tanda krisis, melainkan akibat dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga-harga barang tertentu.

Deflasi di Indonesia terjadi secara beruntun pada awal 2025, dengan angka 0,76% pada Januari dan 0,48% pada Februari.

"Jadi kalau deflasi itu karena administered prices yang turun, bukan krisis. Ya bukan krisis kan karena memang didesain turun," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) di antaranya adalah diskon tarif listrik selama 2 bulan pada awal tahun ini, diskon pajak untuk tiket pesawat, hingga diskon tarif tol.

Baca Juga : Pernyataan Hasan Nasbi Soal Memasak Kepala Babi, Sebut Ide Terinspirasi dari Akun Medsos Cica



Sri Mulyani juga mengklaim bahwa kinerja industri manufaktur masih kuat, meskipun beberapa pabrik mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK.

Ia mencontohkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,3% sepanjang 2024, naik dibandingkan tahun 2023 yang minus 2%.

Industri alas kaki juga masih tumbuh 6,8%, lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang minus 0,3%.

"Artinya hingga akhir 2024 industri manufaktur kita baik yang labor intensive seperti TPT dan alas kaki, terutama industri kimia, elektronik, logam dasar mengalami kenaikan including makanan dan minuman," ujarnya.

Kinerja industri manufaktur yang positif juga tercermin dalam Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur RI Februari 2025 yang masuk ke kategori ekspansi karena di level 53,6.

"Outputnya positif (54,4), total permintaan positif 54,8, total tenaga kerja 53, stok barang jadi 51,7, dan stok input produksi 54,1. Kalau punya input berarti dia mau memproduksi, ini hal yang sangat bagus," kata dia.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini