ragam

Ribuan Umat Muslim Garut Rayakan Idul Fitri di Alun-alun, Khatib Tekankan Pentingnya Kembali ke Fitrah dan Memperkuat Silaturahmi

Senin, 31 Maret 2025 | 08:47 WIB
Suasana Sholat Idulfitri Di Alun-alun Garut

LOCUSONLINE, GARUT - Suasana syahdu menyelimuti Alun-alun Garut Senin pagi, 31 Maret 2025 diiringi kumadang takbir yang menggema, ribuan umat Muslim Garut tumpah ruah memenuhi lapang Alun-alun Garut untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri. Semarak Idul Fitri terasa begitu kental di tengah lantunan takbir dan doa-doa yang dipanjatkan bersama.

Dr. K.H. A Hilman Umar Basori, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Syariah (STIEBS) Nahdlatul Ulama Garut sekaligus Sekretaris Nahdlatul Ulama Garut, bertindak sebagai khatib dalam salat Idulfitri kali ini. Dalam khutbahnya, KH Hilman mengatakan bahwa perayaan Idul Fitri bukan sekadar momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga saat yang tepat untuk kembali kepada fitrah dan kesucian jiwa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT serta memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.

"Idul fitri adalah tentang panggilan untuk kembali pada kesucian, memperkuat silaturahmi dan kebersamaan, menanamkan kasih sayang pada mereka yang selama ini bersama dalam kehidupan. Semoga kebahagiaan ini tidak hanya berhenti di hari ini, tetapi terus menyala dalam setiap langkah kehidupan ini," tutur KH Hilman.

KH Hilman menuturkan bahwa para ulama menggarisbawahi dua hal utama dalam meraih kesucian setelah Ramadhan, pertama dimensi vertikal: Memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah yang lebih baik dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Dua dimensi horizontal: Meningkatkan kepedulian sosial, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta bersedekah dalam kondisi lapang maupun sulit.

"Jika dua hal ini mampu diaplikasikan dalam kehidupan kita, maka insyaallah kehidupan kita akan dinaungi kebahagiaan sampai akhir masa," ucapnya.

Khatib juga menyoroti pentingnya bersedekah dan berzakat. Ditekankan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan justru mendatangkan keberkahan. KH Hilman juga mengajak umat Islam untuk terus berbuat baik, terutama kepada orang tua baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

"Ziarahi makamnya, berdoalah kepada Allah untuk mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadahnya. Karena bukan harta, jabatan, dan materi dunia yang mereka harapkan dari anak-anaknya. Dengan mendoakan mereka dan melakukan amal kebaikan adalah bentuk bakti yang berkelanjutan," ungkapnya.

Mengakhiri khutbahnya, KH Hilman mengajak jamaah untuk menjadikan Idulfitri ini sebagai momentum memperbaiki diri dan mempertahankan kesucian hati.

"Semoga Allah senantiasa mempertahankan kesucian kita di Hari Raya Idul Fitri seperti bayi yang terlahir kembali. Aamiin," tandasnya.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini