ragam

Dokter Spesialis Anestesi Unpad Ditahan Atas Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Keluarga Pasien di RSHS Bandung

Rabu, 9 April 2025 | 16:57 WIB
Ilustrasi sandera, penyekapan.(Shutterstock)

LOCUSONLINE, BANDUNG - Dokter Spesialis Anestesi Unpad Ditahan: Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial PAP (31) ditahan atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rabu, 9 april 2025

PAP, yang merupakan peserta residen program spesialis anestesi di Unpad, diduga melakukan tindakan tersebut pada pertengahan Maret 2025 di RSHS Bandung.

Dilansir dari detiknews, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Surawan, menegaskan bahwa tersangka telah ditahan sejak 23 Maret 2025.

"Pelakunya satu orang, umur 31 tahun, merupakan spesialis anestesi," kata Kombes Surawan. "Iya kita tangani kasusnya, sudah ditahan tanggal 23 Maret tersangkanya," tambahnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Yudi Mulyana Hidayat, menyatakan bahwa PAP telah diberhentikan sebagai peserta PPDS di lingkungan Unpad.

"Karena terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS," katanya.

Baca Juga :


Sungguh Keji Ulah Kakek, Ayah, dan Paman di Garut Cabuli Bocah Lima Tahun


 

Yudi Mulyana Hidayat menyatakan kecaman keras terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik.

"Saat ini, korban sudah mendapatkan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar," kata dia.

Pihak Unpad dan RSHS berkomitmen untuk mengawal proses hukum ini dengan tegas, adil, dan transparan, serta memastikan tindakan yang diperlukan diambil untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan dan menekankan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini