ragam

Mengapa Hari Buruh Diperingati di Indonesia?

Kamis, 1 Mei 2025 | 19:31 WIB
Foto : momen peringatan hari buruh di Indonesia

LOCUSONLINE - Setiap tanggal 1 Mei, masyarakat dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau dikenal juga sebagai May Day. Di Indonesia, peringatan ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai momentum penghormatan terhadap para pekerja, tetapi juga sebagai refleksi terhadap perjuangan panjang dalam memperjuangkan hak-hak buruh yang adil dan manusiawi.

https://www.youtube.com/watch?v=u_rNpI1d_U0

Sejarah Singkat Hari Buruh Dunia

Hari Buruh Internasional berakar dari peristiwa perjuangan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, khususnya pada tanggal 1 Mei 1886, ketika jutaan pekerja turun ke jalan menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari. Aksi tersebut memuncak dalam tragedi Haymarket di Chicago, yang kemudian menjadi simbol perjuangan buruh global. Sejak saat itu, 1 Mei dijadikan sebagai hari solidaritas internasional bagi kaum pekerja di banyak negara.
Baca juga :

Wisata Salegar Sudah Diadukan Ke Bupati dan Satpol PP, Beranikah Menindak Seperti Pada PKL?

Kejati Jabar Segera Periksa Anggota DPRD Garut Yang Menerima Dana Inbreng

Latar Belakang Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, Hari Buruh sudah mulai diperingati sejak masa pergerakan buruh pada awal abad ke-20. Namun, peringatan ini sempat dilarang pada masa Orde Baru karena dianggap berpotensi mengganggu stabilitas politik. Baru pada tahun 2013, pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013.

Penetapan ini bukan hanya pengakuan terhadap kontribusi besar kaum buruh terhadap pembangunan nasional, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak berserikat dan menyampaikan pendapat secara damai yang dijamin dalam konstitusi.

Mengapa Hari Buruh Penting untuk Diperhatikan?

  1. Pengakuan atas Peran Strategis Buruh


Buruh merupakan tulang punggung dari proses produksi dan ekonomi nasional. Tanpa kontribusi mereka, kegiatan industri dan jasa tidak akan berjalan. Peringatan Hari Buruh adalah bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka.

  1. Momen Menyuarakan Aspirasi


Hari Buruh menjadi momen penting bagi serikat pekerja dan masyarakat untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan pengusaha, seperti soal upah layak, jaminan sosial, keamanan kerja, hingga kondisi kerja yang manusiawi.

  1. Kesadaran Kolektif tentang Keadilan Sosial


Peringatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya keadilan sosial dan ekonomi. Hari Buruh mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak hanya milik segelintir elite, tetapi hak semua warga negara, termasuk para pekerja.
Baca juga :

Tiga Pintu Masuk Pemakzulan Gibran Diungkap Pakar Hukum Tata Negara, Analis Politik dan Politisi Nilai Tidak Mendesak

Tradisi Botram dan Sungkeman: Lebaran Penuh Makna di Tatar Sunda


  1. Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan


Hari Buruh memberi tekanan pada pemerintah untuk meninjau ulang berbagai kebijakan ketenagakerjaan, seperti UU Cipta Kerja yang menuai kontroversi. Momentum ini kerap digunakan untuk mendorong regulasi yang lebih pro-buruh.

Tantangan yang Masih Dihadapi Kaum Buruh

Meski sudah ada kemajuan, buruh Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti:

  • Sistem kerja kontrak dan outsourcing yang menimbulkan ketidakpastian kerja.

  • Masih rendahnya upah minimum di banyak daerah.

  • Pelanggaran hak buruh seperti tidak dibayarnya lembur atau PHK sepihak.

  • Kurangnya perlindungan bagi pekerja informal dan migran.


Peringatan Hari Buruh di Indonesia bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi cerminan perjalanan panjang perjuangan kaum pekerja. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kapital dan teknologi, tetapi juga pada keringat dan pengorbanan buruh. Oleh karena itu, peringatan ini perlu dijaga, dimaknai, dan dijadikan landasan untuk membangun tatanan kerja yang adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial. (AA/Red.01***)

Tags

Terkini