LOCUSONLINE, GARUT – Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Kecil Menengah (KTB UKM) Desa Cibodas mengadakan kegiatan perkenalan produk-produk unggulannya di kediaman Koordinator KTB UKM Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, pada Jumat (3/5/2025).
https://www.youtube.com/watch?v=wYi5btK5NzQ
KTB UKM merupakan inisiatif sosial yang digagas oleh dr. Eddy Kristianto bersama istrinya, drg. Renny Limarga, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan potensi lokal
Baca juga :
Viral Jaksa Penyelidik Temukan Kerugian Dugaan Korupsi Reses Dan BOP DPRD Garut Capai Rp. 180 Milyar, Tapi Kajari Garut Terbitkan SP3?
Kerugian Negara Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Lebih dari Rp. 130 Miliar, BOP Dan Reses DPRD Garut Capai Rp. 180 Milyar
Cikal bakal KTB UKM bermula pada tahun 1993 di sebuah desa di Kalimantan Barat, tempat pasangan dokter tersebut bertugas. Melihat kebutuhan yang lebih luas dari sekadar pelayanan kesehatan, mereka mulai merintis pendekatan pemberdayaan masyarakat
“Awalnya kami menyadari bahwa intervensi di bidang kesehatan saja tidak cukup. Maka dari itu, kami mulai mempelajari cara agar masyarakat bisa berkembang secara mandiri,” jelas dr. Eddy.
Hingga kini, inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia, dengan target jangka panjang untuk hadir di 7.000 desa atau sekitar 10 persen dari total desa nasional.
Menurut dr. Eddy, Desa Cibodas memiliki kekayaan alam yang sangat potensial, mulai dari hasil pertanian hingga keindahan alamnya. Ia yakin, dengan pengelolaan yang tepat, desa ini mampu menjadi contoh kemajuan desa di Indonesia.
“KTB UKM bukan hanya tentang produksi barang, tetapi lebih dari itu, kami ingin mengubah cara berpikir masyarakat. Jika pola pikir mereka berkembang, maka kemajuan akan mengikuti,” tambahnya.
Koordinator KTB UKM Desa Cibodas, Erna, mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga, khususnya melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada.
Selama satu tahun berdiri, KTB UKM Cibodas telah meluncurkan berbagai produk, di antaranya tepung singkong bebas gluten (mocaf), kombucha, lotion dari labu siam, serum lidah buaya, sabun garam, black garlic, teh jamblang, kaldu tulang (bone broth), hingga kopi celup.
Baca juga :
Kejaksaan Negeri Garut Sebut Kasus Korupsi APBD Sudah Tahap Penyidikan, GLMPK : Jangan Labrak SOP
Lagi dan lagi Proyek Dispora Garut Diduga Kuat jadi Ajang Korupsi
“Kegiatan kami tidak berhenti pada produksi saja. Fokus utama adalah membangun pola pikir dan sumber daya manusia. dr. Eddy dan Konsultan Andi Pranoto menekankan pentingnya mindset kewirausahaan,” jelas Erna.
Ia pun berharap dukungan pemerintah daerah agar KTB UKM dapat berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Visi kami jelas, yaitu mewujudkan masyarakat Cibodas yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera,” tambahnya.
Camat Cikajang, Riyana Tasripin, turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Ia menilai KTB UKM memberi dampak positif, terutama bagi kaum ibu di Desa Cibodas.
Ia juga menyampaikan adanya kendala terkait perizinan yang dihadapi KTB UKM, dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dalam hal tersebut.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam peningkatan penghasilan keluarga. Semoga KTB UKM bisa berkembang ke 12 desa lain di Kecamatan Cikajang,” ucap Riyana.
Salah satu anggota KTB UKM, Devi Apriani (22), merasakan manfaat langsung dari keikutsertaannya. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru, keterampilan produksi, serta tambahan penghasilan.
“Banyak perubahan positif, terutama bagi diri sendiri dan kondisi finansial. Semoga KTB UKM Cibodas semakin dikenal dan terus maju,” tuturnya.
Pewarta: Suradi
Editor: Bhegin