ragam

Peran Strategis Profesi Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Bupati Prihatin AKI/AKB Garut ke 3 di Jabar

Kamis, 8 Mei 2025 | 12:26 WIB
foto: Humas Pemkab Garut

LOCUSONLINE, GARUT – Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Garut Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Rabu (7/5/2025). Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya peran strategis profesi bidan dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di wilayahnya.

Syakur mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya AKI dan AKB di Kabupaten Garut. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 50 kasus kematian ibu dan 332 kematian bayi. Ia menyebut Garut berada di peringkat kedua tertinggi untuk AKI dan ketiga untuk AKB di Jawa Barat.

“Ini menjadi perhatian serius. Data terakhir per akhir Maret saja sudah ada 11 ibu dan 88 bayi yang meninggal. Bahkan informasi terbaru menyebutkan angka itu sudah meningkat. Ini sinyal kuat bahwa kita harus lebih fokus, dan bidan punya posisi sangat penting dalam penanganan ini,” ujar Syakur.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut siap mendukung penuh kebutuhan IBI dalam menjalankan tugas kemanusiaannya, termasuk pelatihan dan peningkatan kapasitas melalui Dinas Kesehatan. Sinergi lintas sektor, lanjutnya, mutlak diperlukan agar upaya menekan AKI dan AKB bisa lebih optimal.

Bupati juga mengidentifikasi sejumlah penyebab utama kematian ibu dan bayi, seperti gangguan pernapasan, bayi lahir prematur, berat badan rendah, infeksi, serta komplikasi non-obstetrik seperti hipertensi pada ibu hamil.

Ketua IBI Kabupaten Garut, Enok Kurniatina, dalam laporannya menyampaikan bahwa IBI telah aktif meningkatkan kompetensi anggotanya melalui berbagai pelatihan serta kemitraan dengan sektor swasta (CSR). Fokus IBI mencakup penanganan kasus kematian ibu dan bayi, stunting, serta kondisi kegawatdaruratan.

“Kami juga memperkuat pelayanan maternal dan prenatal, termasuk keluarga berencana. Tak hanya itu, kerja sama dengan Dukcapil telah berjalan dua tahun untuk memastikan semua bayi memiliki data administrasi yang lengkap,” kata Enok.

IBI Garut juga terlibat dalam Audit Maternal Perinatal (AMP) guna mendorong peningkatan kualitas layanan kebidanan. Peringatan HUT IBI pada 24 Juni 2025 mendatang akan diisi dengan kegiatan Bakti IBI sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ketua Panitia Muscab, Eti Rukmiati, menjelaskan bahwa musyawarah ini merupakan forum tertinggi IBI di tingkat kabupaten. Dengan jumlah anggota mencapai 2.482 orang per Februari 2025, Muscab menjadi wadah penting untuk konsolidasi organisasi dan pembinaan berkelanjutan kepada seluruh ranting dan anggota.

Agenda Muscab kali ini mencakup evaluasi kegiatan pengurus, penyusunan program kerja mendatang, perumusan usulan untuk Musyawarah Daerah (Musda), hingga rekomendasi strategis yang akan dibawa ke Rapat Kerja Cabang (Rakercab), khususnya terkait isu-isu krusial dalam layanan kesehatan ibu dan anak. (Suradi)

Tags

Terkini