ragam

Tragedi Ledakan Amunisi di Garut: 13 Orang Tewas, Warga Trauma dan TNI Lakukan Investigasi

Selasa, 13 Mei 2025 | 19:45 WIB
Foto : istimewa /Tragedi Ledakan Amunisi di Garut: 13 Orang Tewas, Warga Trauma dan TNI Lakukan Investigasi

LOCUSONLINE, GARUT - Tragedi ledakan amunisi di Garut yang mengakibatkan 13 Orang tewas, saat ini warga mengalami trauma dan TNI lakukan investigasi mendalam.

https://www.youtube.com/watch?v=fYCnG_CxkW0

Suasana duka masih menyelimuti Kabupaten Garut setelah terjadi ledakan besar di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, pada Senin pagi, 12 Mei 2025. Ledakan berasal dari aktivitas pemusnahan amunisi milik TNI Angkatan Darat yang dilakukan oleh tim penjinak bahan peledak (Jihandak).

Peristiwa nahas ini menewaskan 13 orang, terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Selain korban jiwa, beberapa orang mengalami luka berat dan sedang dirawat intensif di rumah sakit terdekat.
Baca juga :

Misteri Ciplazz Garut “Pejabat Garut Subur, Lingkungan Ancur?”

Ledakan Saat Pemusnahan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang

Kronologi Singkat

Menurut keterangan resmi dari TNI, ledakan terjadi sekitar pukul 09.32 WIB. Suara ledakan menggema hingga radius beberapa kilometer, disertai dengan semburan api dan asap tebal yang mengepul ke udara.

Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh prosedur pemusnahan amunisi yang tidak sesuai standar operasional. Lokasi pemusnahan yang semula dianggap aman, ternyata dekat dengan pemukiman warga dan akses terbuka membuat sejumlah warga mendekat untuk mencari serpihan logam sisa peledakan.

TNI dan Pemerintah Lakukan Investigasi

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa investigasi menyeluruh sedang dilakukan. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan transparan, serta meminta agar seluruh keluarga korban mendapat perhatian dan bantuan.
Baca juga :

Penanganan Mega Korupsi BIJ Dilimpahkan Ke Kejari Garut, GLMPK : Kejati Jabar Bergerak Ketika Ada Surat Kami

Wisata Salegar Dibekingi Bupati Garut?, Satpol PP Ketakutan, Penegakan Perda Hanya Untuk Wisata di Cijapati?

Hingga saat ini, area lokasi kejadian telah disterilkan, dan tim gabungan TNI, Polri, serta pihak BKSDA masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang berbahaya.

Dampak Sosial dan Reaksi Warga

Ledakan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Warga Klaster Visalia dan sekitarnya melaporkan mengalami trauma berat, terutama anak-anak yang menyaksikan langsung kejadian mengerikan tersebut.

Beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat hempasan ledakan. Masyarakat menuntut adanya tanggung jawab dari pihak militer, termasuk bantuan pemulihan mental, ganti rugi atas kerusakan rumah, dan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang.
Baca juga :

Ini Alasan GLMPK Gugat Gubernur Jabar, Bupati Garut dan PT. Ultimate Noble Indonesia

Gubernur Jabar Digugat GLMPK Gegara PT. Ultimate Noble Indonesia, PN Garut Jadwalkan Sidang Perdana

Tuntutan dan Harapan

Sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPR RI dari Komisi I menyuarakan perlunya evaluasi total terhadap sistem pengelolaan dan pemusnahan amunisi oleh militer. Mereka menekankan pentingnya komunikasi lebih baik antara pihak TNI dan warga sekitar, serta pemilihan lokasi pemusnahan yang benar-benar aman.

Pemerintah pusat diminta hadir langsung untuk mengawal penanganan dampak tragedi ini, baik dari sisi kemanusiaan, hukum, maupun teknis militer.

Tragedi Garut adalah pengingat keras tentang pentingnya standar keamanan dalam pengelolaan bahan berbahaya, serta perlunya sinergi antara institusi militer dan masyarakat sipil. Semoga para korban mendapatkan keadilan, dan kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang di masa depan. (AA/Red.01***)

Tags

Terkini