ragam

Komisi IX DPR RI Desak Evaluasi Program MBG usai 223 Siswa Keracunan di Bogor

Rabu, 14 Mei 2025 | 18:21 WIB
Ilustrasi

LOCUSONLINE, JAKARTA - Komisi IX DPR RI menyoroti insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kota Bogor, Jawa Barat, usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya, BGN berkomitmen untuk mengevaluasi kasus-kasus keracunan dengan memperkuat sistem pengawasan,” ujar Yahya kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BGN dan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, sekolah, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas, guna mencegah insiden serupa terulang.

“Pengawasan tak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga. Keterlibatan pemda, BPOM, sekolah, dan puskesmas sangat vital agar kejadian seperti ini tidak terulang dan program MBG benar-benar menjamin keamanan konsumennya,” tegas Yahya.

Baca Juga :


JA Jalan Ibrahim Adjie, Spot Favorit untuk Menikmati Megahnya Gunung Guntur



Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia di BGN menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia menilai sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan untuk menjaga standar keamanan makanan yang didistribusikan kepada siswa.

“BGN selama ini bekerja sendiri dengan SDM yang minim. Tanpa pengawasan ketat, kejadian keracunan bisa terus berulang di wilayah lain. Sekalipun angkanya kecil, kasus ini tetap tidak boleh dianggap sepele,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor melaporkan jumlah siswa yang diduga keracunan makanan program MBG meningkat menjadi 223 orang. Para korban tersebar di 13 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA.

“Data terakhir menunjukkan 223 siswa mengalami gejala keracunan, lima di antaranya masih dirawat inap, dan empat lainnya menjalani perawatan jalan,” kata Kepala Dinkes Bogor, Sri Nowo Retno.

Investigasi awal mengindikasikan sumber keracunan berasal dari menu telur ceplok BBQ yang dimasak malam hari dan didistribusikan keesokan harinya. (AA Syah)

Tags

Terkini