ragam

Fenomena Hujan Masih Terjadi di Musim Kemarau, Berikut Penjelasan BMKG

Kamis, 15 Mei 2025 | 10:38 WIB
Foto Ilustrasi by locustoons

LOCUSONLINE, JAKARTA – Fenomena Hujan Masih Terjadi: Meski secara kalender telah memasuki musim kemarau, sejumlah daerah di Indonesia masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kondisi ini sebagai fenomena kemarau basah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kemarau basah adalah situasi ketika curah hujan tetap terjadi meskipun sudah memasuki musim kemarau. Hal ini terjadi karena kelembapan udara masih tinggi dan didukung oleh berbagai dinamika atmosfer.

“Fenomena ini tidak lazim dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan iklim serta pola cuaca yang dinamis,” ujar Guswanto dalam keterangan tertulis, Rabu (14/5/2025).

BMKG mencatat keberadaan sejumlah sistem atmosfer yang memperkuat potensi hujan, seperti sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin, Rossby ekuator, dan gelombang frekuensi rendah. Kombinasi faktor tersebut memungkinkan terbentuknya awan hujan, meski musim kemarau telah dimulai.

Menurut Guswanto, fenomena ini paling berdampak pada wilayah dengan pola hujan monsunal, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Daerah-daerah tersebut biasanya mengalami dua musim yang kontras dengan satu puncak musim hujan dan satu puncak musim kemarau. Namun tahun ini, pola tersebut terganggu oleh hujan yang masih terus turun.

BMKG memprediksi kemarau basah akan bertahan hingga Agustus 2025. Setelah itu, Indonesia akan memasuki masa peralihan musim (pancaroba) antara September dan November, sebelum musim hujan kembali dimulai pada Desember hingga Februari 2026.

Dampak Kemarau Basah

Fenomena kemarau basah diperkirakan berdampak pada berbagai sektor. Di bidang pertanian, pola tanam dapat terganggu karena ketergantungan petani pada kalender musim. Selain itu, wilayah yang tidak siap menghadapi curah hujan saat musim kemarau berisiko mengalami banjir atau longsor.

Imbauan BMKG

Melalui laman resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi cuaca yang tidak menentu. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

Menggunakan pelindung atau tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.

Menjaga asupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

Waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Menghindari area terbuka atau struktur rapuh saat terjadi cuaca ekstrem.

Siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi InfoBMKG.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan memahami langkah-langkah evakuasi yang diperlukan jika terjadi bencana akibat perubahan cuaca ekstrem. (BAAS)

Tags

Terkini