ragam

Spektakuler Patung Rajawali Raksasa Senilai Rp.180 Juta di Desa Cipaat Indramayu Viral, Terinspirasi Kesenian Lokal

Jumat, 16 Mei 2025 | 14:04 WIB
Burung Rajawali indentik wilayah Indramayu? (TikTok/@viralreborn)

LOCUSONLINE, INDRAMAYU - Spektakuler Patung Rajawali Raksasa Senilai Rp.180 Juta: Patung rajawali raksasa yang berdiri megah di depan Kantor Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Patung berbobot sekitar 20 ton ini menarik perhatian publik tak hanya karena ukurannya yang mencolok, tetapi juga karena desainnya yang dinilai menyerupai elang asal Amerika Serikat.

Viral di dunia maya, patung tersebut bahkan menjadi bahan olahan kreatif warganet menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun di balik viralnya, patung ini memiliki makna lokal yang kuat.

Kepala Desa (Kuwu) Cipaat, Kusnadi, menjelaskan bahwa patung tersebut merupakan hasil karyanya yang diwujudkan bersama seorang seniman lokal, Supandi. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar tiga bulan dan menelan biaya hingga Rp180 juta.

"Sebagian anggaran berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2025 sekitar Rp100 juta, sisanya saya bantu secara pribadi," ujar Kusnadi, Rabu (14/5/2025).

Berdiri setinggi sekitar tujuh meter dengan bentang sayap mencapai sepuluh meter, patung ini didominasi warna cokelat dengan paruh kuning dan leher berbulu putih, menciptakan sosok burung yang terkesan gagah dan penuh wibawa.

Baca Juga :


Bupati Bandung Dorong Inovasi Pertanian Dengan Meluncurkan Lima Varietas Lokal



Kusnadi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan komentar netizen soal jenis burung yang ditampilkan. "Saya hanya ingin membuat patung rajawali, bukan meniru elang dari Amerika," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut inspirasi utama pembangunan patung tersebut berasal dari tradisi kesenian lokal, yaitu singa depok atau sisingaan, yang masih berkembang di Kecamatan Bongas.

“Bongas dikenal lewat kesenian depok, dan burung rajawali menjadi salah satu simbol dalam bentuk sisingaan tersebut,” jelas Kusnadi.

Saat ini, Kecamatan Bongas memiliki tiga grup seni depok, sementara Desa Cipaat memiliki satu grup yang aktif. Kesenian ini, menurut Kusnadi, turut memperkuat identitas budaya masyarakat setempat dan menjadi alasan kuat di balik hadirnya patung rajawali di pusat desa. (BAAS)

Tags

Terkini