ragam

Statement Menkes Budi Gunadi Sadikin Rendahkan Orang Berpenghasilan Rp5 Juta "Orang Berpenghasilan Rp15 Juta Lebih Sehat dan Pintar dari Orang Berpenghasilan Rp5 Juta"

Senin, 19 Mei 2025 | 10:33 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan perbedaan pendapatan masyarakat akan merefleksikan kondisi kesehatan dan kepintaran mereka masing-masing. (Foto: CNN Indonesia/Khaira Ummah)

LOCUSONLINE, JAKARTA– Statement Menkes Budi Gunadi Sadikin: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat menjadi syarat mutlak bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi bertema visi kesehatan nasional di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).

Menurut Budi, peningkatan pendapatan per kapita dari sekitar 4.000 dolar AS saat ini menjadi 14.000 dolar AS—setara Rp15 juta per bulan—tak akan tercapai tanpa masyarakat yang sehat dan cerdas. Ia menilai, perbedaan penghasilan kerap kali mencerminkan perbedaan kualitas hidup dan kompetensi individu.

"Perbedaan antara seseorang yang berpenghasilan Rp15 juta dan Rp5 juta umumnya terletak pada tingkat kesehatan dan kecerdasannya. Sulit mencapai penghasilan tinggi jika seseorang tidak sehat dan tidak memiliki kompetensi yang memadai," ujar Budi.

Ia menyebut, Kementerian Kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya target tersebut dengan memastikan akses layanan kesehatan merata dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Budi juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, untuk menciptakan generasi unggul menuju visi "Indonesia Emas 2045".

Namun, pernyataan Budi menuai respons dari kalangan parlemen. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengingatkan agar Menkes berhati-hati dalam menyampaikan opini publik. Ia menilai bahwa tidak ada hubungan langsung antara tingkat penghasilan dan kecerdasan seseorang.

"Banyak warga dengan latar belakang pendidikan biasa justru sukses secara ekonomi. Sebaliknya, ada juga lulusan S2 yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring karena kondisi lapangan kerja yang terbatas," jelas Yahya, Minggu (18/5).

Yahya meminta Menkes untuk lebih mengedepankan data dan pendekatan berbasis fakta dalam membuat pernyataan, agar tidak menimbulkan kegaduhan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Budi juga sempat menyampaikan kekhawatirannya terkait obesitas. Ia menyebut bahwa laki-laki dengan ukuran celana di atas 33 berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan serius, dan karena itu perlu waspada terhadap indeks massa tubuh yang ideal.

Kementerian Kesehatan terus menekankan pentingnya pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat dan peningkatan kesadaran masyarakat, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (BAAS)

Tags

Terkini