LOCUSONLINE, BANDUNG – Kantor Desa Nagreg Kendan dan 3 Orang Warga Tertimbun Longsor: Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Gunung Batu, RT 03 RW 09, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Minggu malam (18/5/2025), rupanya didahului oleh banjir yang melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Sebelum longsor menimbun Kantor Desa Nagreg Kendan dan satu rumah warga, serta mengakibatkan tiga orang tertimbun, kawasan Desa Nagreg dan sekitarnya sudah lebih dulu dilanda banjir. Luapan air yang membawa lumpur turut merendam Jalan Raya Nagreg dan puluhan rumah warga.
“Air bercampur lumpur menggenangi Jalan Raya Nagreg dan permukiman di beberapa RW, termasuk RW 01, 03, 12, dan 13. Bahkan kios dan toko di sepanjang jalan juga ikut tergenang,” ungkap Ketua RW 01 Kampung Cibeuneur, Nenden, Senin (19/5/2025).
Ketinggian air, menurut Nenden, bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter. Ia menduga banjir tersebut dipicu oleh limpasan air dari lokasi galian C di kawasan Jalan Lingkar Nagreg saat hujan deras mengguyur.
“Airnya keruh dan berlumpur, seperti membawa material dari bekas galian tanah,” katanya.
Penanganan Longsor oleh Tim Gabungan
Pascalongsor, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, dan unsur Forkopimcam langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Puji Utama, melalui Kasi Kedaruratan Asep, menyampaikan bahwa longsor disebabkan curah hujan tinggi yang membuat tebing setinggi 3 meter dan sepanjang 400 meter runtuh dan menimpa sejumlah bangunan.
“Tiga warga tertimbun dalam kejadian ini, satu di antaranya adalah anggota Linmas yang sedang bertugas di Kantor Desa,” ujar Asep.
Ketiga korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan mengalami luka-luka adalah Ela Marsela (42), Melati Sukma (14), dan Iman Daresta (50). Mereka saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Cikopo Cicalengka.
Selain melakukan asesmen dan pembersihan, tim juga berencana mendirikan dapur umum serta tenda darurat bagi warga terdampak. Akses jalan yang sempat tertutup material longsor juga tengah dibuka untuk memulihkan mobilitas warga. (BAAS)