ragam

Prabowo Ultimatum Pejabat Korup: Mundur Sebelum Saya Berhentikan

Selasa, 3 Juni 2025 | 15:11 WIB
doc.istimewa

LOCUSONLINE, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pejabat negara: mundur jika tak mampu menjalankan amanah, atau siap diberhentikan. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya pada upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Dalam pidato bernada tegas, Prabowo menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan institusi yang bisa dipermainkan atau ditipu. Ia menyatakan tidak akan ragu menindak siapa pun yang melanggar hukum, tanpa pandang bulu.

“Negara akan bertindak. Mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan. Tidak ada toleransi untuk penyelewengan, siapa pun orangnya, dari partai mana pun, keluarga siapa pun,” tegasnya.

Baca Juga : Djarot: Koruptor dan Perusak Alam adalah Pengkhianat Pancasila



Presiden menyoroti kebocoran kekayaan negara yang menurutnya masih dirampok oleh oknum pejabat korup. Ia menegaskan, kekayaan Indonesia harus dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan dikuasai segelintir elit.

“Kekayaan kita sangat besar, tapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat. Semua kebocoran harus dihentikan. Pejabat yang tak mampu laksanakan tugas, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” ujarnya.

Tak hanya menekan para pejabat, Prabowo juga mengajak rakyat, terutama generasi muda, untuk ambil peran aktif dalam pemberantasan korupsi. Ia meminta masyarakat memanfaatkan teknologi untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran oleh pejabat publik.

“Melihat pemimpin melanggar? Laporkan! Jangan ragu. Sekarang kita punya gadget, teknologi. Jangan biarkan mereka berbuat sekehendaknya,” seru Prabowo.

Baca Juga :


Desakan Pemakzulan Gibran Menguat, Prabowo Dihadapkan pada Tekanan Moral dan Stabilitas Politik



Di hadapan publik, Prabowo menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar slogan. Ia menuntut perubahan nyata, konsistensi terhadap Pancasila, dan reformasi birokrasi yang bersih dari pengkhianatan terhadap konstitusi.

Peringatan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo akan mengambil jalur keras terhadap pejabat bermasalah. Presiden menutup pidatonya dengan ajakan persatuan untuk membangun Indonesia yang bebas dari kemiskinan dan korupsi. (BAAS)

Tags

Terkini