ragam

Ketimpangan Akibat Pembangunan Jakarta-Tangerang, Dedi Mulyadi "Parung Panjang Jadi Korban"

Kamis, 19 Juni 2025 | 15:44 WIB
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan kritik pedas terhadap dampak pembangunan masif di wilayah Jakarta dan Tangerang yang dinilainya menimbulkan penderitaan bagi masyarakat di kawasan hulu seperti Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/6/2025). Dedi menyinggung kerusakan infrastruktur dan krisis kesehatan warga Parung Panjang yang menurutnya merupakan konsekuensi langsung dari distribusi material bangunan ke kota-kota besar.

“Di sana tumbuh hotel dan perumahan elite yang memberi dampak ekonomi dan menaikkan pendapatan daerah. Tapi di sisi lain, Parung Panjang menghadapi persoalan serius,” ujarnya.

Parung Panjang merupakan salah satu sentra pemasok material konstruksi untuk proyek di Jakarta dan Tangerang. Truk-truk tambang dengan kapasitas besar hilir-mudik melintasi jalan-jalan desa setiap hari, mengakibatkan kerusakan parah infrastruktur serta meningkatnya polusi debu.

“Jalan rusak total, warga terdampak ISPA. Infrastruktur di sana nyaris lumpuh,” ungkap Dedi.

Ia memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membenahi kawasan tersebut mencapai Rp 1,2 triliun. Namun, dengan lebih dari 600 kecamatan yang harus ditangani, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mampu menanggung beban tersebut sendirian.

“Tidak realistis jika satu kecamatan seperti Parung Panjang menyedot anggaran sebesar itu dari provinsi,” jelasnya.

Dedi mendorong adanya kerja sama lintas wilayah antara Pemprov Jawa Barat dengan Pemerintah DKI Jakarta dan Banten, sebagai penerima manfaat utama dari proyek-proyek pembangunan.

“Pembangunan di Jakarta dan Tangerang menghasilkan kelas menengah baru dan kemajuan ekonomi, tapi residunya ditanggung rakyat Jabar. Harus ada pemulihan bersama,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan siap untuk berkolaborasi. “Kami terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun, terutama dalam isu-isu lintas wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan bahwa langkah perbaikan telah mulai dijalankan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran dan memulai proses lelang proyek infrastruktur jalan di Parung Panjang.

“Beberapa ruas jalan strategis tengah dalam proses lelang dan ditargetkan rampung pada 2025,” kata Rudy.

Tujuh Ruas Jalan Diperbaiki

Tujuh ruas jalan yang masuk program perbaikan antara lain:

Jalan Pingku – Kampung Asem Kuda (2,5 km)

Jalan Caringin – Cilaketan – Parung Panjang (2,32 km)

Jalan Lumpang – Cikuda (2,98 km)

Jalan Prumpung – Gunung Sindur – Cicangkal (2,80 km)

Jalan Cicangkal – Maloko (2,01 km)

Jalan Kampung Sawah – Janala, Rumpin (2,73 km)

Jalan Janala – Lebakwangi, Cigudeg (7,80 km)

Rudy berharap seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan meningkatkan kualitas hidup warga. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi jalannya pembangunan.

“Mari kita kawal bersama agar hasilnya dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya. (BAAS)

Tags

Terkini