ragam

500 Guru Dapat ‘Paket Digitalisasi’, Telkom Turun Gunung Bupati Garut Bertepuk Tangan

Senin, 7 Juli 2025 | 20:56 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan dari Telkom Indonesia terkait Rencana Event Indonesia Digital Learning (IDL) for Great Teacher 2025 bagi 500 Guru SD/SMP di Garut

LOCUSONLINE, GARUT – Kantor Bupati Garut mendadak lebih hangat dari biasanya pada Senin (7/7/2025), bukan karena cuaca, tapi karena kedatangan tamu dari Telkom Indonesia yang membawa “oleh-oleh” berupa pelatihan digital bagi guru. Program bertajuk Indonesia Digital Learning (IDL) for Great Teacher 2025 ini digadang-gadang akan menyulap 500 guru SD dan SMP di Garut menjadi lebih melek digital.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut rombongan Telkom dengan senyum dan serangkaian kalimat apresiatif. Ia menilai pelatihan ini sebagai bentuk ‘kabar baik’ di tengah tantangan dunia pendidikan yang kerap lebih banyak dikejar administrasi ketimbang inovasi.

“Terima kasih Telkom, sudah datang dan berbagi pencerahan digital untuk guru-guru kami. Semoga ini bukan hanya seremoni,” ucap Bupati dengan penuh harap, sambil menyebut kegiatan ini sebagai ‘langkah mulia’—sebuah frasa yang biasanya muncul menjelang potong pita.

Baca Juga :


Pidato, Salam, dan Janji: Jalan Desa Berlubang Masih Menunggu Sejak Orde Baru



Menurutnya, acara ini bukan sekadar pelatihan, tapi momentum kebangkitan kompetensi. Ia berharap pelatihan itu mampu memberi suntikan semangat bagi para guru agar tak tertinggal di tengah gelombang digitalisasi yang kerap datang tanpa panduan.

"Insyaallah ini jadi motivasi juga bagi yang lain, bahwa zaman menuntut kita untuk terus belajar," ujar Bupati, sembari mengisyaratkan bahwa para guru harus siap disulap dari kapur ke cloud.

Dari pihak Telkom, Deny Arifin selaku Staf SRC menjelaskan bahwa program ini akan digelar di Hotel Santika, lengkap dengan sertifikasi dan sokongan penuh dari program CSR Telkom. Dengan target 500 guru, pelatihan ini diharapkan bisa mengisi celah literasi digital yang selama ini masih menganga di dunia pendidikan.

"Ini bagian dari penguatan kapasitas guru agar lebih adaptif di era digital. Semua peserta kami fasilitasi penuh," kata Deny, tanpa menjelaskan apakah koneksi internet di sekolah-sekolah juga akan ikut ditingkatkan.

Meski pelatihan ini baru tahap rencana, namun antusiasme sudah ditabur sejak awal. Kini publik hanya menanti: apakah program ini akan menjadi pelatihan jangka pendek penuh euforia, atau benar-benar menjadi batu loncatan untuk pendidikan yang lebih relevan di era digital?

Waktu akan menjawab. Dan semoga bukan hanya dalam bentuk sertifikat cetak berbingkai. (Suradi)

Tags

Terkini