ragam

Sister City: Ketika Ramah Tamah Lebih Penting dari Rakyat Lelah, Tamu Luar Negeri Lebih Cepat Dilayani Daripada Warga Asli Negeri Sendiri

Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:34 WIB
Delegasi Pemerintah Kabupaten Gurye, Korea Selatan, 9-10 Juli 2025 di Purwakarta

LOCUSONLINE, PURWAKARTA — Dengan jamuan mewah dan senyum protokoler, Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menunjukkan bakat terbaiknya: menyambut tamu asing lebih hangat daripada menyambut pengaduan warga sendiri. Kali ini, giliran delegasi Kabupaten Gurye, Korea Selatan, yang menikmati karpet merah dalam kunjungan dua hari, 9–10 Juli 2025, dalam rangka tindak lanjut rencana kerja sama Sister City—alias “kota saudara” yang meski berjarak ribuan kilometer, lebih terasa dekat dibanding kampung sebelah yang jalannya masih berlubang. Sabtu, 12 Juli 2025

Dalam agenda penuh formalitas ini, para pejabat dari Gurye disuguhkan tur ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Bale Madukara—sebuah etalase pelayanan terpadu yang kerap dipamerkan layaknya showroom, meski warga kerap mengeluh soal antrian, birokrasi lambat, dan petugas yang lebih sering sibuk dengan ponsel ketimbang warga.

Sekda Purwakarta, Norman Nugraha, tak lupa menyampaikan kepada media, betapa kagumnya tamu asing itu terhadap pelayanan publik Purwakarta. Sayangnya, tidak dijelaskan apakah kekaguman itu muncul karena sistemnya benar-benar unggul atau karena mereka belum sempat mencoba mengurus dokumen di hari Jumat siang ketika loket sudah tutup tapi pengunjung masih antre.

Baca Juga :


Dari Hulu Kuantan ke Amerika: Saat Pacu Jalur Mendunia, Melly Mike Niat Datang Langsung ke Pacu Jalur



Yang pasti, para pejabat lintas sektor dari Gurye tampak puas diajak berkeliling, melihat tenant-tenant layanan, mendengarkan presentasi, dan tentu saja menikmati gala dinner yang jauh dari menu rakyat jelata.

Persamaan karakteristik wilayah, katanya, menjadi landasan kerja sama ini: sama-sama agraris, sama-sama punya potensi wisata, dan—mungkin—sama-sama pandai beretorika. Tapi soal kesamaan nasib warga, tampaknya tak masuk agenda pembicaraan.

Program Sister City ini diharapkan memperkuat sinergi dalam berbagai sektor seperti pertanian, industri kreatif, dan pelayanan publik. Namun sejauh ini, yang paling konkret justru sinergi dalam berswafoto, bersalaman, dan bertukar cinderamata.

Tak lupa, rombongan Korea pun diajak menengok sektor industri dan pariwisata lokal. Dipimpin langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein—mantan pengusaha yang kini lebih lihai berdiplomasi di meja makan daripada di meja rakyat.

Dan rakyat pun menyaksikan dari jauh: bagaimana para pemimpin mereka menyusun kerja sama internasional, sementara kerja sama antar-RT saja masih sering macet karena soal sampah. (Laela)

Tags

Terkini