Mural di paving jalan pun ikut disapu cat. “Sudah bersih, diblok saja,” ujar Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, seolah membicarakan papan catur, bukan seni jalanan.
Menurut Tundjung, kebanyakan warga hanya ikut tren tanpa paham makna. “Bukan mau menentang, cuma gaya-gayaan biar viral,” katanya. Dengan kata lain, Jolly Roger di kampung bukan simbol perlawanan, melainkan sekadar properti konten media sosial.
Kini, setelah arahan Presiden, bendera bajak laut di darat bebas berkibar asal ingat bahwa di lautan hukum, Merah Putih tetap kapten kapal.(Bhegin)