Delapan puluh tahun setelah merdeka, kapal besar bernama Republik ini masih berlayar tanpa kompas yang jelas. Penumpangnya membayar tiket, awak kapalnya sibuk berdebat soal warna layar, dan kaptennya sering lupa tujuan. Tidak heran jika sebagian generasi muda mulai berpikir: mungkin lebih jelas jadi bajak laut setidaknya di sana, pembagian rampasan dilakukan secara adil.(Bhegin)