ragam

Alih Fungsi Lahan di Garut: Sawah Jadi Proyek, Tersangka Jadi Misteri, Pejabat Jadi Pelupa

Jumat, 15 Agustus 2025 | 10:32 WIB
Gambar Ilustrasi; Net


"Lahan pertanian di Desa Cijolang, Limbangan, lenyap seperti uang kembalian di warung kopi: tahu-tahu hilang, tahu-tahu berganti proyek. Polisi mulai menyelidiki, tapi tersangkanya masih misterius—mungkin sedang ikut rapat di gedung yang dulunya sawah"





LOCUSONLINE, GARUT – Di Desa Cijolang, Kecamatan BL. Limbangan, ada cerita yang membuktikan hukum di negeri ini tak selalu lurus. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menurut undang-undang tak boleh dialihfungsikan, tiba-tiba berubah rupa jadi proyek PT. Pratama Abadi Industri. Tidak ada gempa, tidak ada banjir yang ada cuma tanda tangan, stempel, dan surat izin yang muncul lebih cepat dari padi tumbuh. Jumat, 15 Agustus 2025





Kasus ini sudah nongkrong di Polres Garut sejak 2023. Baru awal Agustus 2025 naik ke penyidikan, lengkap dengan SPDP. Pelapor Asep Muhidin, SH., MH mengaku mengapresiasi langkah Polres, meski dalam hatinya mungkin bertanya: “Kalau begini lambatnya, sawahnya keburu jadi ruko sebelum tersangkanya ditemukan.”






Baca Juga : Bupati Syakur Rombak Pejabat: Mesin Birokrasi Garut Ganti Sopir, Penumpang Diminta Tetap Tersenyum






Penyidik punya 120 hari untuk mencari siapa pelaku. Publik sudah menebak, nama-nama dari Dinas PUPR, DPMPTSP, dan Dinas Pertanian mulai disebut. Tiga instansi ini secara teori adalah pagar sawah, tapi di lapangan kadang justru jadi pintu gerbang.





Pasal yang dipakai polisi cukup tegas: 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Kalau pelakunya pejabat, hukumannya naik sepertiga. Sayangnya, di negeri ini, naiknya hukuman sering diimbangi turunnya vonis asal meja perundingan cukup panjang dan kursinya empuk.





Kini sawah sudah rata, proyek sudah berjalan, dan tersangka masih misterius. Pejabat terkait memilih bungkam, mungkin sibuk mencari kaca untuk memastikan pantulan wajah mereka tetap terlihat bersih. Dan rakyat pun kembali diingatkan satu hal: di negeri ini, hukum memang tajam ke bawah… tapi kalau menghadap ke atas, tajamnya sering tumpul karena kebetulan pisaunya sudah dipakai untuk memotong pita peresmian proyek.(Bhegin)


Terkini