"Kami ingin meyakinkan bahwa guru di Kabupaten Garut memiliki kompetensi yang diakui," ujarnya.
Syakur turut menekankan penerapan absensi digital untuk mengukur kedisiplinan guru, penyusunan kurikulum soft skill di tingkat SD dan SMP, serta penyelenggaraan lomba cerdas cermat mulai tingkat kelurahan hingga kabupaten.
Menurutnya, rangkaian program ini diharapkan mampu mendorong siswa lebih aktif sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Dengan berbagai langkah ini, kami berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Garut semakin meningkat," pungkasnya.(Suradi)