Bupati menegaskan, insiden ini tak bisa dianggap remeh. Ia menyinggung sejumlah kasus di daerah lain, di mana MBG berujung keracunan massal alih-alih tambahan energi belajar.
“Makanan yang seharusnya memberi gizi jangan sampai jadi sumber penyakit. Kalau dagingnya sudah bau, jangan diberikan ke anak-anak. Lebih baik dikembalikan saja,” tegasnya.
Dalam rapat, Om Zein mengeluarkan beberapa poin perbaikan. Pertama, proses memasak dan distribusi harus lebih efisien agar makanan tetap segar. Kedua, standar kebersihan dan pengecekan gizi diperketat. Ketiga, sekolah wajib mencicipi sampel makanan sebelum dibagikan ke siswa.
Instruksi ini terdengar sederhana, tapi sejatinya mengandung satir: program bernama “Makan Bergizi Gratis” ternyata perlu jaminan dulu bahwa makanan benar-benar aman dimakan.(Laela)