ragam

Menteri Multitasking: Purbaya, Dua Wamen, dan Mimpi APBN Hemat Gaji

Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:40 WIB
Menteri keuangan (menkeu) purbaya yudhi sadewa. (istimewa)


"APBN mungkin berhemat, tapi risiko konsentrasi wewenang membengkak mirip bendungan pajak dan bea cukai yang kini dijaga satu orang"





LOCUSONLINE, JAKARTA - Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merangkap tugas pengawasan pajak dan bea cukai selepas kepergian Anggito Abimanyu ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tampaknya bukan sekadar solusi sementara. Ini bisa jadi babak baru efisiensi birokrasi: satu pejabat untuk semua urusan, demi negara hemat gaji.





“Kelihatannya akan seperti ini terus. Dua wamen cukup, ngirit gaji juga,” ujar Purbaya santai di Istana Kepresidenan, seolah merangkap dua direktorat strategis sama mudahnya dengan mengganti spanduk warung.






Baca Juga :





-




12 Sahabat Pengadilan vs Kejagung: Pertunjukan Hukum di Panggung Praperadilan






Kini, dua wakil menteri tersisa Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono akan menjadi rekan kerja dalam kabinet bergaya minimalis. Sementara tugas Anggito, dari pengawasan penerimaan pajak hingga bea cukai, ditampung langsung oleh sang Menteri. Tak perlu panik, semua sudah “di-handle” sendiri.





Model Menteri Multitasking ini memantik wacana baru: bagaimana jika ke depan pejabat-pejabat lain juga melakukan hal serupa?


Halaman:

Tags

Terkini