ragam

Garut Didatangi Bank Dunia, Warga Siap-Siap “Didiagnosis Fiskal” Pajak Naik Demi Kemandirian Katanya

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:48 WIB
Pemerintah Kabupaten Garut serius menggarap strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).




“Mungkin maksudnya biar kita mandiri tanpa uang.”






Dari sisi pemerintah, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin tampak optimistis.
Ia menyebut, “FGD ini langkah penting untuk melihat potensi pajak yang belum tergali.”
Bahasanya terdengar seperti arkeolog menemukan situs purbakala, hanya saja situsnya bernama SPPT.






Baca Juga : Penyidikan Dugaan Kejahatan Alih Fungsi Lahan, Oknum Pejabat Bisa Dihukum Lebih Berat






Syakur menegaskan, kenaikan NJOP tidak akan memberatkan masyarakat kecil.
Katanya, “Yang pajaknya Rp25 ribu tidak akan terdampak serius.”
Artinya, yang pajaknya di atas itu siap-siap terdampak serius, tapi dengan hati yang tabah.





Garut dan Bandung dipilih jadi daerah percobaan.
Biasanya “pilot project” itu berarti proyek contoh.
Tapi bagi warga, kadang terdengar seperti “uji coba kenaikan pajak dengan rasa lokal.”





Bappenas pun mendukung penuh.
Mereka bilang ini sejalan dengan RPJPN 2025–2045.
Rencana besar bangsa, tapi efeknya terasa kecil di dapur masyarakat.





Pemerintah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat tahun depan.
Sementara rakyat menargetkan uang belanja harian tetap cukup meski pajak naik.





“Ini bentuk kolaborasi global,” ujar Syakur.
Benar satu pihak bawa proposal, satu pihak bawa data, dan warga bawa cemas.

Halaman:

Terkini