ragam

Empat Tahanan Politik NTB dan Drama “Hukum Sakral Versi Polda”

Senin, 27 Oktober 2025 | 09:48 WIB
Forum terbuka Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tim Kuasa Hukum serta orang tua empat tahanan politik Polda NTB, di Café Tuwa Kawa, Mataram. Sabtu 25 Oktober 2025


“Hukum seharusnya melindungi rakyat, bukan menakuti mereka, di NTB, mungkin hukum sedang sibuk, mungkin juga keadilan sedang cuti panjang dan belum tahu kapan pulang."





LOCUSONLINE, MATARAM – Di negeri yang katanya menjunjung tinggi keadilan, empat warga NTB harus belajar arti sabar versi kepolisian: menunggu kejelasan hukum tanpa kepastian, mendengar kabar sidang tanpa surat resmi, dan melihat pengacaranya dilarang datang karena “bukan hari besuk.”





Forum terbuka yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB di Café Tuwa Kawa, Mataram, Sabtu (25/10), menjadi semacam panggung open mic untuk menceritakan betapa absurdnya proses hukum empat tahanan politik Polda NTB.





Aliansi, tim kuasa hukum, dan orang tua para tahanan berkumpul bukan untuk minum kopi spesial blend, tapi meneguk getir prosedur hukum yang rasanya lebih pahit dari robusta Flores.





Para orang tua baru tahu anaknya akan disidang minggu depan dari mulut anaknya sendiri di balik jeruji, bukan dari kejaksaan atau kepolisian.





“Sidang Kamis depan, katanya,” ujar salah satu orang tua, dengan wajah lebih bingung dari peserta kuis tanpa jawaban ganda.





Kejaksaan dan kepolisian kompak bungkam. Mungkin memang sudah waktunya transparansi diganti jadi transendensi urusan hukum tampaknya kini harus diterka lewat wahyu.


Halaman:

Tags

Terkini