ragam

Empat Tahanan Politik NTB dan Drama “Hukum Sakral Versi Polda”

Senin, 27 Oktober 2025 | 09:48 WIB
Forum terbuka Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tim Kuasa Hukum serta orang tua empat tahanan politik Polda NTB, di Café Tuwa Kawa, Mataram. Sabtu 25 Oktober 2025




Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB menilai, apa yang menimpa empat tahanan itu bukan sekadar kasus, tapi koreografi kriminalisasi. Barang bukti yang diperbaiki polisi sendiri, permohonan penangguhan penahanan yang tak direspons, dan sidang yang muncul seperti hantu semua menambah kesan bahwa logika hukum kini sedang magang di alam mimpi.





Mereka hanya menuntut tiga hal:






  1. Bebaskan empat tahanan politik tanpa syarat.




  2. Tindak lanjuti permohonan penangguhan penahanan dan Restorative Justice.




  3. Usut provokator yang memicu kericuhan kalau memang keberanian itu belum termasuk pelanggaran.





Pertemuan di Café Tuwa Kawa akhirnya ditutup dengan satu kalimat yang menggantung di udara:
“Hukum seharusnya melindungi rakyat, bukan menakuti mereka.”





Tapi di NTB, mungkin hukum sedang sibuk, mungkin juga keadilan sedang cuti panjang dan belum tahu kapan pulang.(Laela)


Halaman:

Tags

Terkini