Namun, Dedi tidak hanya menuding warga berduit. Ia juga menepuk pundak para pejabat yang selama ini terlalu sibuk menatap laporan, tapi tak sempat menatap sungai. “Kami lalai menjalankan fungsi menjaga DAS,” ujarnya jujur.
Kepada para pengusaha yang menjadikan sungai sebagai sumber cuan, Dedi punya pesan pendek tapi tajam: “Sadarlah, itu salah.”
Meski nada suaranya keras, Dedi menjamin pemerintah tetap mengikuti prosedur. “Pembongkaran akan dilakukan sesuai aturan, lengkap dengan surat peringatan. Tidak ada alasan pura-pura tidak tahu,” katanya.
Dengan gaya khasnya yang campuran antara marah dan santai, Dedi menutup pesannya: “Sungai bukan tempat investasi properti. Ia tempat kehidupan mengalir. Jadi kalau ada yang masih bandel, bersiaplah air bisa tenang, tapi pemerintah tidak.”*****