LOCUSONLINE, GARUT – Roadshow Pemkab Garut berkolaborasi dengan Fedas Jalan Jalan 2025 akhirnya mencapai garis finish. Setelah tiga hari alun-alun Malangbong berubah jadi arena pelayanan terpadu, pasar UMKM, dan spot swafoto favorit warga, acara tersebut resmi ditutup pada Minggu (16/11/2025) oleh Camat Malangbong Undang Saripudin S.Sos., M.Si., yang dalam momen penting itu memilih mengirim perwakilan. Penutupan kemudian dilakukan oleh Kasi Pemerintahan, Asep Sutrandi S.IP., yang tampil sebagai “pemain pengganti” namun tetap percaya diri.
Dalam sambutannya, Asep menyampaikan terima kasih kepada warga Malangbong yang antusias mengikuti kegiatan selama tiga hari penuh. Mulai dari yang berburu layanan publik sampai yang sekadar mampir karena melihat keramaian, semuanya dianggap berjasa menjaga suasana tetap aman, tertib, dan tidak berubah menjadi festival adu opini antar-warga.
Asep juga mengapresiasi seluruh unsur Muspika, organisasi kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga mereka yang datang hanya untuk memastikan harga cilok di Roadshow tidak lebih mahal dari hari biasa. Menurutnya, seluruh elemen itu punya andil besar menjaga kondusivitas acara.
Baca Juga : Bupati Garut Tekankan Penyaluran Subsidi Pupuk Harus Merata dan Tepat Sasaran
Namun, momen paling jujur dan penuh keikhlasan datang ketika Asep mengakui banyak kekurangan dalam penyediaan pelayanan selama Roadshow. Mulai dari antrean yang bikin betis kram, stand yang kehabisan brosur sebelum sempat dibaca, sampai warga yang bingung mencari jalur keluar karena lebih banyak tenda daripada pohon di alun-alun.
“Itu semua akan jadi bahan evaluasi,” ujarnya, seolah memastikan bahwa panitia benar-benar punya catatan panjang yang sudah menunggu untuk diperbaiki.
Asep kembali mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada warga Malangbong yang tetap ramai sampai akhir meski panas, ramai, dan sesekali tidak tahu lagi mana stand pelayanan dan mana stand jualan minuman kekinian. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan selama penyelenggaraan, entah dari panitia, teknis lapangan, atau dari penonton yang terlalu semangat mendorong kerumunan.